Panduan Traveling ke Uzbekistan (Itinerary, Tips, Biaya)

Baca pengalaman saya traveling ke Uzbekistan lengkap dengan itinerary, biaya atau budget yang harus dipersiapkan, dan tips untuk berkunjung ke negara di Asia Tengah ini!

Dari dulu saya selalu penasaran dengan kawasan Asia Tengah. Alasannya mungkin karena kebudayaan mereka unik.

Muka-mukanya kayak orang Asia Timur tapi juga ada campuran bulenya, ditambah lagi ada influence dari Arab dan rata-rata menganut agama Islam.

Kalau ditelusuri, kawasan ini memang memiliki sejarah yang panjang – dari Kerajaan Samanid kemudian jatuh ke tangan Mongols – Timurid – hingga akhirnya menjadi bagian dari Uni Soviet sebelumnya akhirnya pecah menjadi negara-negara dengan akhiran “Tan”.

Trip kali ini bisa dibilang edisi kedua saya menelusuri Jalur Sutra setelah trip pertama saya menelusuri Jalur Sutra-nya  China (dari Lanzhou – Xinjiang).

Saya akan eksplor 4 negara di kawasan Asia Tengah dimulai dari Uzbekistan – Tajikistan – Kyrgyzstan – dan berakhir di Kazakhstan.

Nah, di artikel ini, saya akan fokus membahas tentang Uzbekistan. Baca sampai habis ya!

Apakah ke Uzbekistan perlu visa?

Jawabannya tidak perlu! Uzbekistan memberlakukan kebijakan BEBAS VISA selama 30 hari bagi pemegang paspor Indonesia.

Tapi ada kebijakan lain di mana turis yang datang ke negara ini harus melakukan registrasi.

Biasanya kalau kamu nginap di hotel akan langsung didaftarin hotelnya.

Pas check out jangan lupa minta registration slip dari hotel yang menandakan kalau kamu tinggal sana.

Jaga-jaga aja sih, biar nanti di imigrasi pas mau keluar dari Uzbekistan (baik di bandara atau crossing border) ga bakal bermasalah.

itinerary liburan uzbekistan
Kota tua Khiva

Berapa harga tiket pesawat ke Uzbekistan?

Sayangnya tidak banyak maskapai dengan rute penerbangan langsung dari Indonesia ke Uzbekistan.

Satu-satunya maskapai yang melayani rute Jakarta – Tashkent adalah Uzbekistan Airways.

Jadwalnya juga cuma 1x dalam seminggu; flight Jakarta – Tashkent setiap hari Selasa, dan Tashkent – Jakarta setiap hari Rabu.

Harga tiket pesawat langsung dari Jakarta ke Tashkent (Uzbekistan) di kisaran Rp 12 – 15 juta untuk pulang pergi.

Alternatif lain mungkin bisa cek penerbangan ke New Delhi dulu, atau biasa dari Istanbul juga ada banyak flight ke kawasan ini.

Makanya lebih baik sekalian mampir ke negara-negara tetangga seperti Tajikistan, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan dalam satu trip ini.

bukhara
Bukhara

Berapa budget liburan ke Uzbekistan?

Kisaran biaya yang harus dikeluarkan untuk akomodasi yaitu Rp 150 ribu – 200 ribu (hostel) dan Rp 500 ribu – 1 juta (hotel) per malam.

Sedangkan untuk sekali makan, biasa di harga Rp 50 ribu – 70 ribu.

Transportasi umumnya murah – apalagi kalau pakai  Yandex Go (aplikasi ride hailing di Asia Tengah).

Untuk masuk ke objek wisata juga dikenakan biaya, mulai dari Rp 25 ribu – 50 ribu.

Kalau dihitung-hitung, budget untuk liburan selama 7 hari di Uzbekistan di luar harga tiket pesawat sekitar Rp 5 – 7 juta per orang.

samarkand
Pertunjukan lampu Registan Square, Samarkand

Persiapan sebelum traveling ke Uzbekistan

Sebelum jalan-jalan ke Uzbekistan ada baiknya kamu mempersiapkan beberapa hal ini:

  • Bahasa umum yang digunakan adalah Bahasa Rusia. Kamu bisa belajar kata-kata yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari contohnya angka (biar bisa nego harga). Bisa juga hafalin Cyrillic (alfabet-nya Bahasa Rusia). Tenang aja, bisa pakai Google Translate juga kok!
  • Download aplikasi Yandex Go (Uber-nya Central Asia) dan juga 2GIS (aplikasi maps yang lebih lengkap karena ada info tentang rute bus umum juga). Jangan kaget ya kalau orang-orang sini nyetirnya ga santai.
  • Bawa US Dollar karena beberapa ATM tidak bisa digunakan karena PIN-nya 4 digit.
  • Kamu bisa pesan tiket kereta api online melalui situs Uzbekistan Railways. Sebaiknya pesan jauh-jauh hari biar slotnya engga penuh.
  • Cek situs caravanistan.com – lengkap banget informasi tentang traveling di kawasan Asia Tengah dan ada forum buat diskusi.
  • Jangan bawa drone karena dilarang. Ga mau kan drone kamu disita pada saat kedatangan.

Ga hanya untuk Uzbekistan saja, beberapa tips ini juga berlaku buat kamu yang ingin traveling ke negara-negara di Asia Tengah lainnya.

hotel uzbekistan
Tashkent

Itinerary traveling ke Uzbekistan selama 7 hari

Berdasarkan pengalaman saya, 7 hari cukup kok untuk eksplor Uzbekistan. Kurang lebih ini itinerary yang bisa kamu jadikan referensi:

Day 1 – 2: Tashkent

Kesan pertama saya pas menginjakkan kaki di Tashkent, kotanya well-organized banget!

Trotoarnya besar, bangunan-bangunannya kelihatan baru. Tapi kenapa jalanan rada sepi ya?

Mungkin karena summer jadi pada keluarnya di malam hari.

Salah satu hal yang wajib kamu lakukan di Tashkent adalah mengunjungi stasiun kereta bahwa tanah (metro).

amir temur museum
Amir Temur Museum
stasiun metro tashkent
Stasiun metro Tashkent

Sistem metro tertua di Asia Tengah ini mencerminkan gaya arsitektur Uni Soviet yang megah, dihiasi dengan dekorasi seperti mozaik, patung, dan karya seni lainnya.

Tinggal beli tiket 1,400 som / Rp 2,000, udah bisa hopping dari satu stasiun ke stasiun lain!

Suka dengan konten ini? Dukung Nonanomad biar semangat bikin konten yang bermanfaat buat kamu. Klik di sini untuk memberikan dukungan!

Beberapa metro station yang menarik untuk dikunjungi di Tashkent yaitu:

  • Kosmonavtlar
  • Beruniy
  • Mustakillik
  • Gafur gulom
  • Alisher Navoi
  • Toshkent

Di hari pertama kamu bisa eksplor area sekitar Amir Temur Square – dari mengunjungi State Museum of Temurids (25,000 som) hingga melihat aristektur bangunan di Uzbekistan Hotel, Alisher Navoiy Theater, The Palace of Grand Duke, Art Gallery.

Baru deh, siangnya mampir ke Besh Qozon – restoran yang menyajikan makanan khas Central Asia yaitu Plov.

Di restoran ini kamu bisa main ke dapurnya langsung dan melihat proses masak dengan menggunakan tungku api dan wajan raksasa.

Cobain juga Kazi – sosis daging kuda. Nasinya super aromatik , dagingnya juga lembut.

Seporsi harganya sekitar Rp 40,000 aja kok.

Tidak jauh dari Besh Qozon ada taman yang bernama Memorial to the Victims or Repression. 

Kalau tertarik bisa berkunjung ke museum-nya juga atau jalan-jalan di taman sambil melihat Tashkent Tower juga seru.

Malam hari kalau masih ada waktu, kamu bisa mampir ke Magic City – Disneyland-nya Tashkent.

Banyak toko-toko lucu di sini buat shopping dan foto-foto. Nah, malamnya kamu bisa menonton pertunjukkan lampu.

Hari kedua, kamu bisa mampir ke objek wisata ini sebelum malamnya ke stasiun kereta api untuk naik kereta ke Khiva:

  • Chorsu Bazaar – pasar tradisional yang memiliki atap berbentuk kubah
  • Kukeldash Madrasah – sekolah yang mengajarkan nilai-nilai agama dan pengetahuan Islam (10,000 som)
  • Hazrati Imam Complex – makam Hazrat Imam al-Bukhari yang dikenal sebagai salah satu kolektor hadis terpenting dalam Islam Sunni
tashkent tower uzbekistan
Tashkent TV Tower
memorial tashkent
Memorial to the Victims or Repression

Day 3: Khiva

Sebenarnya Khiva lumayan jauh  – sekitar 14 jam naik kereta api dari Tashkent.

Is it worth it? Menurut saya iya, karena kompleks kota tua-nya kecil dan enak buat jalan-jalan.

Dari Tashkent saya naik kereta malam, jadi ga terlalu berasa perjalanannya. Seru juga ngerasain pengalaman naik kereta bersama orang lokal.

Konsep Khiva adalah open-air museum di mana pengunjung membeli tiket masuk sebesar 150,000 som / Rp 200,000 yang bisa digunakan selama 2 hari.

By the way, Khiva juga diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.

Kamu tinggal eksplor bangunan-bangunan bersejarah di kota tua ini.

Setiap bangunan ada museum di dalamnya, jadi kamu bisa belajar juga tentang sejarah dan kebudayaan di area ini.

Pemandangan sunset dari Kuhna Ark

Beberapa spot menarik yang bisa dikunjungi di Khiva yaitu:

  • Islam Khoja Minaret – menara tertinggi yang menjadi simbol kota Khiva
  • Juma Mosque – masjid dengan arsitektur unik dengan penyangga berupa kayu dengan ukiran yang indah
  • Kalta Minor Minaret – rencananya dibangun sebagai minaret terbesar, hanya saja pengerjaannya berhenti sehingga hanya berbentuk setengah
  • Tosh-Hovli Palace – istana yang dihiasi dengan ukiran kayu dan keramik dengan corak yang indah
  • Kuhna Arkview sunset-nya cakep dengan pemandangan kota tua Khiva

Salah satu figur yang penting dari daerah ini adalah Al-Khwarizmi – seorang matematikawan, ahli astronomi, dan ilmuwan.

Yang kerennya lagi, kata algebra dan algorithm terinspirasi dari buku yang pernah beliau tulis dan namanya sendiri.

Kamu bisa stay 1 malam di Khiva. Besoknya kalau masih belum cukup bisa eksplor lagi, atau melanjutkan perjalanan ke Bukhara.

Ada 2 opsi yang bisa kamu pertimbangkan – sewa taksi dan mampir di Khorezm Fortresses atau naik kereta api langsung ke Bukhara (6 jam perjalanan).

pengalaman liburan uzbekistan
liburan khiva

Day 4 – 5: Bukhara

Bukhara dulunya merupakan pusat perdagangan dan kebudayaan penting di Jalur Sutera.

Selain itu, kota ini juga pernah menjadi pusat pemerintahan Kerjaan Samanid.

Pada masa ini-lah agama dan kebudayaan Islam menyebar di kawasan Asia Tengah.

Kamu juga bisa mengunjungi bangunan-bangunan yang menjadi ciri khas Uzbekistan di kota tuanya – dari madrasah, masjid, hingga minaret.

Beberapa spot menarik di Bukhara yaitu:

  • Chor Minor Madrasah – madrasah yang memiliki arsitekur unik karena memiliki atap berbentuk persegi yang terdiri dari 4 kubah
  • Nodir Devonbegi Madrasah – kamu bisa menyaksikan pertunjukkan tarian dan musik
  • Kukeldash Madrasah
  • Abdulaziz Khan Madrassah
  • Ulug’bek Madrasasi
  • Kalon Minaret – kabarnya Genghis Khan kagum dengan menara ini sehingga tidak dirusak. Menara ini juga dikenal sebagai “Tower of Death” karena menjadi tempat eksekusi para pidana dengan cara dijatuhkan dari atas menara
  • Ark of Bukhara – benteng pertahanan yang dibagun sejak abad 5 AD
  • Bolo Hauz Mosque – masjid yang masih menjadi tempat ibadah di Bukhara
  • Ismail Samani Mausoleum Mausoleum – peninggalan sejarah dari Kerajaan Samanid dengan arsitektur yang berbeda dengan bangunan lainnya.

Rata-rata madrasah di sini dalamnya dijadikan tempat untuk jualan suvenir.

Selain melihat corak-corak unik khas bangunan di Uzbekistan, kamu juga bisa belanja oleh-oleh di sini.

jalan jalan uzbekistan

Day 6 – 7: Samarkand

Dari Bukhara, kamu bisa naik kereta cepat yang bernama Afrosiyob ke Samarkand dengan lama perjalanan 1.5 jam saja.

Samarkand merupakan kota penting yang dilewati para pedagang Jalur Sutera dan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Timurid.

Saya pribadi suka dengan kota ini. Kotanya lumayan modern dan enak buat jalan-jalan karena banyak ruang terbuka dan pepohonan.

Di Samarkand, kamu bisa mengunjungi objek wisata ini:

  • Amir Temur Mausoleum – makam pendiri Kerajaan Timurid. Arsitekturnya menjadi inspirasi Taj Mahal dan Humayun Mausoleum di India (30,000 som)
  • Registon Square – ikon utama dari pariwisata Uzbekistan. Dibangun oleh Ulugbek, area ini menjadi tempat berkumpulnya para ilmuwan (50,000 som)
  • Bibi-Khanym Mosque – masjid raksasa yang dibangun oleh istri Amir Temur (30,000 som)
  • Siyob Bazaar – pasar yang terletak di sebelah Bibi-Khanym Mosque
  • President’s Tomb – makam Islam Karimov, presiden pertama Uzbekistan. Dari sini kamu bisa melihat pemandangan indah Kota Samarkand yang dikelilingi pegunangan
  • Shah I-Zinda – kompleks pemakaman di mana bangunan dengan eksterior ubin berwarna biru ini berjarak saling berdekatan. Ada legenda yang mengatakan bahwa Qutham Ibn Abbas, sepupunya Nabi Muhammad dimakamkan di sini (40,000 som)

Baca juga: Itinerary Jalan-Jalan ke Singapura 4 Hari 3 Malam

amir temur maoseluem
Amir Temur Mausoleum
Siyob Bazaar

Dari Samarkand kamu bisa naik kereta cepat ke Tashkent (2.5 jam perjalanan) untuk flight pulang, atau melanjutkan perjalanan ke Tajikistan.

Lanjut baca cerita perjalanan saya eksplor Tajikistan yuk!

 


Post Views: 1,324