Mengunjungi Gyeongju Korea Selatan, Bekas Ibukota Kerajaan Silla

Dalam itinerary traveling saya ke Korea Selatan, Gyeongju merupakan salah satu destinasi yang termasuk dalam list perjalanan saya. Gyeongju merupakan bekas ibukota dari salah satu kerajaan di Korea Selatan dan juga termasuk warisan budaya UNESCO di Korea.

wisata gyeongju korea

Sejarah tentang Gyeongju Korea Selatan

Mungkin kata “Three Kingdoms‘ atau disebut juga dengan Tiga Kerajaan tidak asing bagi kamu. Saya memang sudah pernah dengar dan tau tentang kisah tiga kerajaan yang berasal dari China.

Siapa sangka kalau ternyata di Korea Selatan juga ada periode Three Kingdoms. Tiga kerajaan tersebut adalah Goguryeo, Baekje, dan Silla. Nah, salah satu kerajaan atau dinasti yang berdiri paling lama adalah Silla.

Pada masa Kerajaan Silla inilah Gyeongu diangkat sebagai ibukota yang kemudian menjadi pusat pemerintahan kerajaan dan juga pusat kebudayaan.

Tidak tanggung-tanggung, Kerajaan Silla merupakan salah satu dinasti terpanjang di dalam sejarah karena telah memerintah selama 992 tahun walaupun di kerajaan tersebut ada tiga keluarga yang berbeda yang sempat memegang tahta yaitu; Park, Seok, dan Kim.

Keluarga Kim memegang kekuasaan paling lama yaitu lebih dari 600 tahun. Kalau kamu suka dengan drama Korea pasti pernah dengar drama yang berjudul Queen Seondeok. Ya, beliau adalah seorang ratu yang sangat terkenal dan memegang pemerintahan Kerajaan Silla selama 15 tahun.

Nah jika kamu berkunjung ke Gyeongju Korea, kamu akan melihat bekas peninggalan Kerajaan Silla terutama kuil agama Buddha, karena dulunya Kerajaan Silla sangat percaya agama Buddha.

Baca Juga: 8 Tempat Wisata di Daegu Korea Selatan 

musim gugur korea
Musim gugur di Bulguksa Temple

Bulguksa Temple, kuil yang paling terkenal di Gyeongju

Banyak peninggalan sejarah dalam bentuk relik, karya seni, kuil, dan pagoda yang dipengaruhi dengan kepercayaan agama Buddha disimpan di Gyeongju Korea.

Salah satu kuil yang paling terkenal di Gyeongju adalah Bulguksa Temple. Ada tujuh harta nasional resmi yang disimpan di Bulguksa Temple. Nah, makanya kuil ini tidak boleh terlewati ketika berkunjung ke Gyeongju Korea Selatan.

Batu disekitar kuil

Di area kuil terdapat beberapa ruangan dengan fungsi yang berbeda seperti tempat berdoa, rumah bagi biarawan. Ketika sedang berjalan di sekitar kuil saya melihat hal yang menarik.

Beberapa batu yang disusun pada satu batu ke atas batu lainnya. Katanya sih ini cara orang Korea untuk make a wish. Kalau batunya disusun diatas batu lain dan tidak jatuh maka permintaan kamu akan terkabulkan.

Hal menarik lainnya di Bulguksa Temple adalah sebuah patung babi keemasan yang katanya membawa keberuntungan.

Kalau kamu pegang patung ini maka kamu akan beruntung. Ya, tidak salah kan kalau dicoba. Saya pun tidak ketinggalan untuk mengelus patung babi imut ini.

patung babi di bulguksa temple

Cara menuju Bulguksa Temple

Cara untuk ke Bulguksa Temple cukup simple. Kalau datangnya lewat terminal bus di Gyeongju tinggal naik bus kota nomor 10 atau 11 sampai dengan kuil. Biasanya setiap 15 – 30 menit bus nya pasti akan lewat.

Harga tiket masuk Bulguksa Temple

Harga tiket masuk Bulguksa Temple adalah 6,000 won atau Rp 72,000 untuk dewasa (19 tahun ke atas), 4,000 won atau Rp 50,000 untuk remaja (13-18 tahun). Dan 3,000 won atau Rp 36,000 untuk anak-anak (7-12 tahun). Tiket masuk gratis untuk anak-anak dibawah tujuh tahun.

Seoukguram Grotto

Setelah puas mengelilingi Bulguksa Temple, saya pun menuju Seokguram Grotto yang juga merupakan national treasure atau harta benda nasional.

Untuk menuju Seoukguram Grotto dari Bulguksa Temple bisa tinggal naik bus nomor 12.

Saya lebih memilih untuk berjalan kaki sejauh 2 kilometer, sekalian menghemat juga, hehe. Salah satu objek sejarah di Gyeongju Korea Selatan ini adalah sebuah patung Buddha besar yang terbuat dari granit duduk di sebuah ruangan kecil.

Tidak tau kenapa saya merasakan ketenangan di dalam ruangan ini. Di saat Jepang menjajah Korea, tentara Jepang berusaha untuk menghancurkan semua bekas peninggalan bersejarah.

Tentara Jepang melapisi bagian atas ruangan dengan beton, alhasil di dalam Seokguram Grotto ini menjadi lembab dan lumut pun tumbuh.

Ruangan di dalam Seokguram Grotto dibatasi dengan dinding kaca dan hanya dibuka pada hari ulang tahun Buddha.

Harga tiket masuk Seokguram Grotto

Harga tiket masuk Seoguram Grotto adalah 5,000 won untuk dewasa (diatas 19 tahun), 3,500 won untuk remaja (13-18 tahun), 2,500 won untuk anak-anak (7 -12 tahun), dan gratis untuk anak-anak dibawah 7 tahun.

Baca Juga: Tempat Wisata di Busan Korea Selatan

Gyeongju National Museum, mempelajari sejarah tentang Kerajaan Silla

Di Gyeongju National Museum kamu bisa mempelajari lebih lanjut tentang sejarah Kerajaan Silla, melihat bekas peninggalan kerajaan, dan juga relik Buddha yang indah.

Untuk mengunjungi museum ini gratis dan disetiap hari Rabu dan Sabtu ada tur gratis juga yang akan menjelaskan tentang benda-benda di museum ini.

anapji pond gyeongju korea
Anapji Pond

Indahnya Anapji Pond di malam hari

Tujuan saya yang terakhir di Gyeongju Korea adalah Gyeongju Donggung Palace and Wolji Pond. Nah, sebutan lainnya adalah Anapji Pond yang dinamakan pada zaman Goryeo dan Joseon.

Donggung Palace merupakan istana bagi putra mahkota pada saat Kerajaan Silla. Di siang hari memang viewnya agak biasa. Tapi ketika malam tiba, lampu-lampu disekitar bangunan kolam menyala dan terlihat pantulan yang indah pada air kolam.

Harga tiket masuk Anapji Pond/Wolji Pond

Harga tiket masuk Anaji Pond atau Wolji Pond adalah 3,000 won untuk dewasa (diatas 19 tahun), 2,000 won untuk remaja (13-18 tahun), 1,000 won untuk anak-anak (7 -12 tahun), dan gratis untuk anak-anak dibawah 7 tahun.

Daereungwon Tumuli Park, kuburan para bangsawan

Area perkuburan yang disebut dengan tumuli ini sangat unik karena bentuknya yang seperti bukit-bukit kecil. Sekitar 20 kuburan bisa ditemukan terutama Cheonmachong Tomb dimana peti mayat kayu diletakkan di sebuah ruangan dan atasnya ditumpuk dengan tanah.

Sayangnya saya tidak sempat mendatangi Daereungwon Tumuli Park. Jadi mungkin kalau kamu sempat bisa main juga kesini.

Baca juga: Desa Traditional Korea, Hahoe Folk Village

(Sumber foto)

Harga tiket masuk Daereungwon Tumuli Park

Harga tiket masuk Daereungwon Tumuli Park adalah 3,000 won untuk dewasa (diatas 19 tahun), 2,000 won untuk remaja (13-18 tahun), 1,000 won untuk anak-anak (7 -12 tahun), dan gratis untuk anak-anak dibawah 7 tahun.

Menyantap hidangan khas di Gyeongju Korea

Kalau sudah sampai Gyeongju jangan lupa untuk menyantap makanan khasnya yang dikenal dengan ssambap. Nah, biasanya makanan akan dihidang dengan berbagai macam hidangan pelengkap yang disebut banchan seperti di foto ini.

makanan korea di gyeongju

Berwisata ke Gyeongju adalah salah satu bagian dari cerita pengalaman saya liburan ke Korea Selatan. Semoga kamu berkesempatan juga mengunjungi kota bersejarah ini. Jangan lupa sebelum ke Korea Selatan harus apply visa terlebih dahulu. Caranya silahkan baca di sini.

 

Desa Tradisional di Andong, Korea Selatan

Hahoe Folk Village adalah sebuah desa tradisional di Korea Selatan, tepatnya di daerah Andong yang masih terjaga dengan baik. Hahoe Folk Village juga merupakan salah satu situs warisan dunia yang dilindungi.

Setelah mengunjungi salah satu kota bersejarah di Korea Selatan yaitu Gyeongju, saya melanjutkan perjalanan ke Andong dimana sebuah desa tradisional yang bernama Hahoe Folk Village menanti.

Kota Andong terletak sekitar 2 jam berkendara dari Busan dan sekitar 3 jam berkendara dari ibukota Korea Selatan, Seoul.

Desa tradisional Hahoe sangat menarik karena pemandangan alamnya yang sangat menarik dan juga perumahan bergaya tradisional.

Sebelum ke Korea Selatan, jangan lupa untuk apply visa Korea dulu ya!

Sejarah Hahoe Folk Village

Hahoe Folk Village atau desa tradisional Hahoe merupakan sebuah desa tradisional yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Joseon. Posisi desa ini terletak diantara Gunung Namsan dan Tebing Buyongdae.

Desa tradisional Hahoe masih menjaga tradisi dan kebudayaan Korea lama sehingga ketika memasuki Hahoe, saya langsung merasa seperti kembali ke masa lalu.

Hahoe Folk Village merupakan tempat kelahiran dari dua sosok sejarah yang sangat terkenal yaitu Ryu Unrong dan Ryu Seongryong.

Keduanya diberkati dengan talenta yang sangat luar biasa, satunya adalah orang terpelajar ketika zaman Kerajaan Joseon, yang satunya lagi adalah perdana menteri disaat masa penjajahan Jepang.

Nama Hahoe memiliki arti belokan sungai karena lokasinya yang terletak di likuan sungai Nakdong yang berbentuk seperti huruf S.

Di bagian timur desa ini, ada juga sebuah gunung yang bernama Gunung Hwa dengan ketinggian 271 meter.

Baca juga: Mengunjungi Wat Pho, Kuil dengan Buddha Tertidur di Thailand

desa tradisional korea hahoe

Cara menuju Hahoe Folk Village

Kamu bisa naik bus dari kota lain menuju Terminal Bus Andong. Sesampainya disana, tinggal naik bus dengan nomor 46 menuju Hahoe Folk Village.

Perjalanan kurang lebih memakan waktu sekitar 30-45 menit dengan harga tike bus 1,200 won.

Harga tiket masuk Hahoe Folk Village

Harga tiket masuk untuk mengunjungi Hahoe Folk Village adalah 5,000 won untuk orang dewasa, 2,500 won untuk remaja, dan 1,500 won untuk anak-anak.

Tiket masuk untuk mask museum adalah 2,000 won. Menyebrangi sungai dengan kapal harganya 3,000 won pulang pergi.

desa tradisional hahoe korea

Pengalaman saya mengunjungi Desa Tradisional Hahoe

Dari Daegu saya naik bus menuju Andong dan dilanjutkan ke Desa Tradisional Hahoe. Rencana saya memang hanya mengunjungi Hahoe sehari, jadi pergi dan pulangnya kembali ke Daegu di hari yang sama.

Di saat saya menginjakkan kaki di situs warisan dunia ini, langit terlihat mendung dan kabut pun menyelimuti desa ini.

Terkadang hujan rintik-rintik turun, kemudian berhenti, dan turun lagi.

Baca juga: Mengunjungi Suku Hmong di Sapa, Vietnam

Pemandangan diselimuti kabut

Biasanya saya paling bete dengan hujan. Apalagi ketika sedang jalan-jalan kesuatu tempat. Tapi ternyata hujan yang turun menciptakan suasana sendu dan warna khas tersendiri di Hahoe.

Suasana desa dipadu dengan lahan sawah di lereng gunung sangatlah menyegarkan mata.

Langsung saja saya menaiki kapal kecil dan menyebrangi Sungai Nakdonggang. Dari sisi yang satunya, saya naik ke Tebing Buyongdae untuk melihat view Desa Tradisional Hahoe yang menakjubkan dari atas.

pemandangan desa hahoe
Pemandangan Desa Hahoe dari atas tebing

Keluarga Pungsan Ryu yang membangun desa ini merupakan salah satu dari lima keluarga yang memiliki kedudukan yang kuat di daerah Andong.

Keluarga ini juga menghasilkan beberapa orang terpelajar dan politisi ternama.

Rumah-rumah para bangsawan Yangban di Desa Hahoe dibangun menggunakan kayu dan atap dari ubin.

Sedangkan rumah orang biasa dibangun menggunakan lumpur yang melapisi kerangka yang terbuat dari kayu dan atapnya yang terbuat dari jerami.

Baca juga: Pengalaman Jalan Jalan ke Uluru Mengenal Suku Aboroginal di Australia

rumah tradisional korea hahoe folk village
Rumah tradisional di Hahoe Folk Village

Pertunjukkan tarian topeng

Sebelum meninggalkan desa, saya menyempatkan diri untuk menonton pertunjukkan yang terkenal yaitu Hahoe Mask Performance.

Pertunjukkan ini menggabungkan tarian dan kisah cerita dimana semua pemain menggunakan topeng.

Pertunjukkan ini telah dilakukan sesuai tradisi selama hampir 800 tahun. Tarian topeng ini menceritakan kisah kehidupan sehari-hari dan juga sengketa yang terjadi di antara rakyat biasa dan bangsawan.

Beberapa pertunjukkan topeng digunakan pada upacara, tarian ritual, dan juga pertunjukkan teater lainnya.

Di kebudayaan Korea ada banyak macam topeng yang berjumlah lebih dari 250 jenis dan bentuknya mirip dengan muka manusia.

Tidak jauh dari Andong Hahoe Village, ada museum topeng yang memperlihatkan koleksi topeng dari seluruh dunia.

Baca juga: Tips Liburan ke Brunei Darussalam

tarian topeng hahoe folk village

Tips berkunjung ke Hahoe Folk Village

  • Jadwal untuk menonton pertunjukkan tarian topeng di Desa Hahoe adalah: Hari Sabtu dan Minggu jam 2 – 3 sore pada bulan Januari-Februari. Untuk bulan Maret sampai Desember di jam yang sama, pertunjukkan dilangsungkan setiap hari Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Pertunjukkan topeng ini gratis.
  • Beberapa rumah dibuka sebagai penginapan, sebutannya adalah “hanok stay“. Kamu bisa merasakan menginap di rumah tradisional Korea. Harganya berkisar antara 30,000 – 60,000 won. Bisa cek disini untuk penginapan yang tersedia.
  • Di bulan Oktober ada sebuah festival topeng besar yang bernama “International Mask Dance Festival” yang diselenggarakan di Hahoe.
  • Beberapa atraksi lain yang terletak di Andong adalah: Woryeonggyo Bridge, Kuil Bongjeongsa, dan sekolah Konfusianisme.
  • Baca juga artikel saya tentang tips liburan murah ke Korea Selatan.

Kalau main ke Korea Selatan, saya sarankan sih menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke desa traditional Korea yang bernama Hahoe Folk Village ini! 

 

Cara dan Syarat Mengurus Visa Korea Selatan Terbaru (2023)

Bagaimana cara mengurus visa Korea Selatan? Syarat dokumen apa saja yang harus dipersiapkan dan berapa biaya untuk apply visa Korea Selatan?

Jika kamu memiliki rencana traveling ke Korea Selatan, salah satu hal yang perlu kamu persiapkan adalah mengurus visa.

Pada umumnya ada 2 cara untuk mengurus visa yaitu secara mandiri atau melalui biro perjalanan atau travel agent.

Kalau kamu memang berlokasi di Jakarta, maka kamu memang bisa langsung menuju ke pusat aplikasi visa korea yang berada di Mall Lotte Shopping Avenue.

Nah, kalau tidak berdomisili di Jakarta gimana donk? Mau tidak mau ya menggunakan jasa travel agent.

Tentunya menggunakan jasa travel agent juga dikenakan biaya tambahan.

Daripada harus terbang ke Jakarta mahal-mahal beli tiket pesawat, mending bayar lebih sedikit untuk mengurus visa ke Korea.

Sisi positifnya kalau lewat travel agent kamu tinggal mempersiapkan dokumen dan terima beres saja.

Kurang lebih dokumen yang perlu kamu persiapkan sama kok dengan cara mendaftar sendiri langsung ke Korean Visa Application Center (KVAC).

Nonanomad akan membagikan informasi terbaru tentang pembuatan visa ke Korea, yuk baca terus!

Update terbaru tentang syarat perjalanan ke Korea Selatan:

  • Vaksinasi tidak lagi menjadi syarat untuk melakukan perjalanan ke Korea.
  • Wisatawan yang ingin berkunjung ke Korea Selatan tidak perlu lagi menunjukkan hasil tes COVID-19.
  • Wisatawan wajib melakukan pendaftaran Q-Code maksimal 3 hari sebelum kedatangan.
  • Bebas visa untuk mengunjungi Pulau Jeju dengan syarat penerbangan langsung masuk dan keluar Bandara Internasional Jeju (tanpa transit di kota lain di Korea)

Baca juga: Daftar Negara Bebas Visa untuk Paspor Indonesia

Jenis visa Korea Selatan

Ada beberapa jenis visa yang bisa kamu ajukan tergantung dengan kebutuhan atau rencana perjalanan yang diinginkan.

Berdasarkan informasi dari situs remi KVAC, jenis visa dan biaya pengajuannya sebagai berikut:

  • Single Visa (kurang dari 90 hari)
    Untuk keperluan wisata, bisnis/meeting, dll.
  • Single Visa (lebih dari 90 hari)
    Untuk pekerja, belajar di luar negeri, dll
  • Double Visa
    Dua kunjungan dalam 6 bulan dengan masa tinggal kurang dari 90 hari
  • Multiple Visa
    5 tahun bebeas kunjungan ke Korea dengan masa tinggal 30 hari; 10 tahun bebas kunjungan dengan masa tinggal 90 hari)
  • Grup Visa
    Grup wisatawan minimal 5 orang dan maksimal 50 orang dengan jadwal keberangkatan dan kepulangan yang sama. Jenis visa ini hanya bisa diajukan oleh travel agent yang telah terdaftar di Kedutaan Republik Korea di Indonesia. 

Baca juga: 8 Tempat Wisata di Daegu, Seru Dikunjungi!

Biaya mengurus visa Korea Selatan Terbaru

Biaya total yang dibutuhkan untuk mengurus visa Korea Selatan dimulai dari Rp 780,000 untuk single visa (kurang dari 90 hari). 

Sebenarnya biaya single visa adalah Rp 584,000 tapi ditambah dengan biaya admin KVAC (Rp 196,000) totalnya jadi Rp 780,000.

Untuk jenis visa yang lain biaya totalnya adalah sebagai berikut:

  • Single Visa (lebih dari 90 hari) : Rp 1,072,000
  • Double Visa : Rp 1,218,000
  • Multiple Visa: Rp 1,510,000
  • Grup Visa : Rp 339,000

Baca juga: Syarat Pembuatan Visa China dan Biayanya

Syarat dokumen untuk mengurus visa Korea Selatan (2023)

Kita masuk bagian pentingnya, dokumen apa saja yang perlu dipersiapin?

Sebisa mungkin penuhi semua persyaratan dokumen yang diminta agar pengajuan visanya diterima.

Beberapa syarat dokumen untuk mengurus visa Korea Selatan  yang perlu kamu persiapkan adalah:

  1. Formulir aplikasi visa (bisa di-download di sini).
  2. Pas foto ukuran 35 mm x 45 mm dengan latar belakang putih (ditempel di formulir).
  3. Paspor asli dan fotokopi halaman depan paspor serta halaman yang ada stempelnya. Sertakan juga paspor lama jika ada.
  4. Fotokopi visa Amerika Serikat atau negara OECD (jika ada).
  5. Surat Keterangan Kerja atau Mahasiswa asli dalam Bahasa Inggris, lengkap dengan kop, tanda tangan, penanggung jawab, logo/stempel resmi. Bagi wiraswasta harap melampirkan fotokopi SIUP.
  6. Dokumen keuangan yang dapat berupa:  rekening koran 3 bulan terakhir yang dilegalisir oleh bank atau slip gaji 3 bulan terakhir. Bagi pelajar wajib melamprkan rekening koran orang tua.
  7. Fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Beberapa persyaratan lain dalam kondisi tertentu adalah:

  • Jika kamu diundang oleh teman, kerabat atau perusahaan, harus melampirkan dokumen tambahan yang berupa surat undangan, fotokopi SIUP perusahaan pengundang, surat jaminan, dan fotokopi identitas pengundang.
  • Bagi yang akan ikut pogram studi, lampirkan juga Certificate of Admission.
  • Jika berencana berkunjung lebih dari 90 hari, lampirkan Certificate of Health dari rumah sakit yang ditunjuk oleh Kedubes Korea.
  • Kamu tidak perlu melampirkan tiket pesawat dan reservasi penginapan.

Baca juga: 10 Tempat Wisata Seoul Menarik Untuk Jalan-Jalan

Lokasi pengajuan visa

Lokasi untuk mengajukan visa Korea adalah di Korea Visa Application Center (KVAC) yang terletak di Lotte Shopping Avenue lantai 5. Berikut alamat lengkapnya:

Korea Visa Application Center (KVAC)
Lotte Shopping Avenue Ciputra World 1
Unit 5F-05A LT. 05
Jl. Prof. DR. Satrio No.1, RT.18/RW.4,
Karet Kuningan,
Jakarta Selatan, 12940 Indonesia
Jam Operasional: Senin – Jumat 11:00 – 16:00 WIB
(Tutup hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional, serta hari libur Kedutaan Korea)
TEL. 021-3950-4000 | E-mail : [email protected]

Baca juga: Cara Mengajukan Visa Turis Taiwan (Syarat dan Biaya)

Cara mengurus visa Korea Selatan 2023

Di bagian ini saya akan membagikan kurang lebih bagaimana prosedur atau mengurus visa Korea secara mandiri atau tanpa menggunakan jasa travel agent:

  1. Tentukan jenis visa yang sesuai dengan tujuan kamu berkunjung ke Korea. Kalau sekedar wisata bisa menggunakan single visa yang kurang dari 90 hari.
  2. Persiapkan formulir aplikasi dan semua dokumen persyaratan yang diminta. Susun dengan rapi sesuai dengan urutan yang disebutkan diatas, boleh dikumpulkan di dalam satu map atau distepler.
  3. Datang ke Korea Visa Aplication Center (KVAC) di Lotte Shopping Avenue pada hari dan jam operasional (Senin – Jumat antara jam 11 pagi sampai 4 sore).
  4. Lakukan pembayaran sesuai biaya visa di KEB Hana Bank (di lokasi yang sama) dengan cara tunai atau transfer bank jika merupakan nasabah Hana Bank.
  5. Setelah melakukan pembayaran, kamu akan dapat sebuah materai yang diserahkan ke loket konsuler beserta seluruh dokumen persyaratan.
  6. Tunggulah beberapa saat, nanti kamu akan dipanggil dan diberikan tanda terima untuk pengambilan visa ketika sudah jadi.
  7. Kamu bisa mengecek status pengajuan visa kamu secara online di situs ini. Pilih tipe aplikasi melalui visa application center, isi nomor paspor, nama, dan tanggal hari kemudian lakukan pencarian. Keterangan status ada yang under review, approved, atau rejected.
  8. Kalau statusnya sudah approved, kamu bisa mengambil visa di hari dan waktu yang ditentukan. Kamu juga akan menerima pesan singkat untuk pengambilan visa.
  9. Datang kembali ke KVAC dan bawa tanda terima yang sebelumnya diberikan untuk pengambilan paspor.
  10. Nah, jadi deh visanya.

Berapa lama proses aplikasi visa?

Biasanya proses aplikasi visa ini memakan waktu sekitar 6 hari.

Kalau melalui travel agent dokumen yang dipersiapkan cuma sama, prosesnya mungkin bisa memakan waktu sekitar 14 hari.

Itulah panduan cara mengurus visa Korea Selatan lengkap dengan syarat dokumen dan juga biaya yang diperlukan.

Persiapkan baik-baik dokumen yang diperlukan agar prosesnya lancar.

Selamat liburan ke Korea Selatan!

 


Post Views: 2,901

Itinerary Liburan Hemat ke Korea Selatan 14 Hari

Punya rencana liburan ke Korea Selatan dalam waktu dekat? Pas banget mampir ke blog saya. Saya mau sharing pengalaman solo traveling dan juga itinerary liburan ke Korea Selatan tanpa ikutan tur selama 14 hari

Rute saya start dari Kota Busan kemudian lanjut ke beberapa kota lain sebelum akhirnya finish di Kota Seoul.

Totalnya menghabiskan waktu sebulan.

Hah! Sebulan? Mana ada waktu selama itu?”

Jangen kaget dulu. Saya memang orangnya kalau sekali traveling suka lama.

Saya stay cukup lama di Daegu karena kebetulan ada teman, jadinya bisa nebeng biar murah.

Kalau teman-teman punya waktu yang terbatas bisa ikuti rekomendasi itinerary Korea Selatan saya, tapi dipersingkat saja, tidak perlu lama-lama di satu kota.

Berapa biaya yang saya keluarkan?

Selama sebulan saya cuma ngeluarin biaya sekitar Rp 5jt saja, karena saya cuma booking hostel di Seoul saja.

Di kota lain saya menggunakan couchsurfing, jadi tidak mengeluarkan biaya penginapan sama sekali.

Untuk tiket pesawat, saya dapat tiket promo dari KL – Busan terus Seoul – KL menggunakan AirAsia, totalnya cm Rp 2.5jt.

Apa itu couchsurfing?

Gimana cara dapat tiket promo?

Bisa dibaca di artikel saya sebelumnya tentang tips menghemat biaya saat traveling

Selain mengurus visa ke Korea Selatan, ada baiknya jika kamu mengetahui beberapa tips atau hal penting berikut ini sebelum merencanakan itinerary liburan ke Korea Selatan:

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Korea Selatan?

Kita mulai dari hal yang paling simple dulu.

Korea Selatan adalah negara dengan 4 musim yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin.

Musim semi adalah waktu terbaik untuk melihat cherry blossom atau bunga bermekaran, biasanya dari akhir bulan Maret sampai awal bulan Mei.

Musim panas biasanya ramai apalagi di Kota Busan.

Cuacanya panas dan lembab. Bulan Juni – September biasanya sering hujan.

Musim gugur di Korea Selatan

Musim gugur adalah musim favorit saya, dari pertengahan September sampai awal November.

Saya datangnya pas di musim gugur.

Pohon-pohon berubah warna jadi kuning kemerahan, mataharinya tidak terlalu terik dan udaranya sejuk.

Musim dingin biasanya datang di pertengahan November sampai Maret.

Suhunya bisa dingin banget di beberapa area tertentu.

Persiapkan jaket hangat kalau mau berkunjung di musim dingin.

Rumah dan apartemen dilengkapi dengan pemanas lantai, jadi tidak perlu takut kedinginan.

Apa saja kuliner yang harus dicoba saat traveling ke Korea?

Kalau soal makanan, siapa sih yang tidak tau kimchi?

Yep, kimchi terbuat dari kubis yang telah difermentasikan.

Di Korea Selatan memang banyak hidangan kecil sebagai pelengkap.

Banyak jajajanan yang tersebar di tepi jalan atau pusat perbelanjaan.

Karena saya datangnya pas lagi dingin, jadi banyak yang menjual odeng (semacam bakso ikan dengan kuah), gorengan seperti udang atau gurita, gimbap (gulungan nasi berisi sayur, mirip seperti sushi), dan tteokboki (kue beras dengan saus pedas).

Menurut saya makanan Korea cukup mahal ya.

Untuk jajanan aja harganya sekitar 2,000-3,000 won. Satu piring makanan biasa gitu harganya bisa 5,000 – 8,000 won.

Kalau mau coba Korean BBQ atau hidangan set tradisional Korea, harganya bisa 30,000 – 50,000 won untuk 2-4 orang.

Untuk makan memang mahal, tapi minuman alkohol sangat murah.

Favorit saya adalah makkgeolli yang terbuat dari rice wine.

Soju, minuman paling terkenal di Korea rasanya mirip sama vodka, juga tidak terlalu mahal.

Bir disana disebut dengan nama mekju, biasanya dipadu dengan fried chicken.

Baca juga: Itinerary liburan ke Kuala Lumpur 3 hari 2 malam

itinerary korea selatan
Street food Korea

Transportasi umum di Korea Selatan

Naik transportasi umum di Korea cukup gampang.

Di kota-kota besar ada subway.

Biasanya harga tiket subway sekitar 1,200 – 1,500 won sekali jalan.

Di Busan bisa beli tiket one day pass seharga 4,500 won.

Kalau mau ke kota lain, bisa naik intercity bus tinggal datang ke terminal busnya aja.

Biasanya tiap kota punya lebih dari satu terminal bus.

Dongbu (terminal bus sebelah timur), atau Seobu (terminal bus sebelah barat).

Naik dari terminal mana aja bisa kok.

Kalau perjalanan 1-2 jam, harga bus sekitar 5,000 – 7,000 won.

Perjalanan 3 jam, contohnya dari Seoul ke Sokco harganya sekitar 10,000 won.

Lebih dari 3 jam 20,000 won. Kalau punya budget lebih bisa naik kereta cepat yang disebut dengan KTX.

Biar hemat naik KTX nya bisa beli Korea Rail Pass.

Ada yang 3/5 hari berturut-turut atau 2/4 hari yang fleksible.

Untuk jarak jauh, contohnya kalau mau ke Seoul atau Busan mending beli pass ini. Harganya bisa di cek disini.

Semua perjalanan saya dari satu kota ke kota lain menggunakan bus, karena harganya lebih murah dan saya memang tidak buru-buru juga.

Kalau berencana tinggal cukup lama, bisa beli T-Money, sejenis kartu yang bisa digunakan hampir di semua transportasi umum.

Penginapan di Korea Selatan

Harga kamar di hotel bintang 2 bisa kena Rp 700,000 semalam.

Kalau mau lebih murah bisa tinggal di hostel.

Harga bed di dorm biasanya Rp 150,000 – 250,000 per malam.

Biasanya saya pesen penginapan lewat booking.com.

Kalau traveling solo saya sarankan sih tinggal di dorm aja, bisa ketemu teman baru juga.

Bisa coba cari penginapan di airbnb juga kalau datangnya bersama teman-teman, biasanya lebih murah dari hotel.

Baca juga: Situs dan aplikasi untuk booking hotel murah, cek disini!

Koneksi internet dan shopping

Tidak perlu khawatir dengan koneksi internet karena wi-fi gratis bisa diakeses hampir di setiap sudut kota.

Kalau mau beli sim card harganya sekitar Rp 200,000. Saya sebulan di Korea Selatan tidak beli sim card bisa survive kok, haha.

Orang Korea sangat stylish dan fashionable.

Pas baru sampai saya langsung tidak percaya diri, karena bahkan yang agak tua aja pakaiannya lumayan.

Belanja baju di Korea cukup murah, bahkan kadang lebih murah dari makanan.

Saya tidak bawa banyak baju hangat, jadi pas baru sampai di Busan beli beberapa baju.

Baju lengan panjang dijual dengan harga 2,000-5,000 won. Jaket yang saya beli harganya 25,000 won.

Pengen beli sepatu boots juga, 15,000 – 30,000 won lumayan bagus, tapi tidak jadi karena saya lebih nyaman pake sepatu sport saja untuk jalan-jalan.

Informasi lainnya tentang Korea Selatan

  • Pada umumnya orang Korea baik dan mau membantu. Pas saya tidak tahu jalan dan bertanya pada sepasang suami istri, mereka dengan baik hati mengantar saya ke tujuan dengan mobil.
  • Anak muda biasanya lebih bisa berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dibandingkan dengan orang tua. Walaupun kadang mereka tidak bisa menjawab, mereka masih mencoba bantu dengan bahasa tubuh.
  • Selama di Korea saya juga beberapa kali ditraktir sama orang yang saya temui pas hiking, atau jalan-jalan. Mungkin karena saya juga senang ngobrol sama mereka, jadi mereka juga penasaran dengan orang asing sehingga ngajakin makan bareng.
  • Orang Korea senang hiking. Di kota biasanya ada jalur hiking dengan petunjuk arah yang jelas. Banyakan yang hiking orang tua. Katanya karena kalau sudah tua tidak banyak kerjaan jadinya pergi hiking saja biar sehat. Anak muda di Korea sibuk kerja.
  • Yang terakhir, jangan terlalu berharap bisa ketemu idol atau k-pop star. Pas saya nanya ke teman-teman saya yang asli orang Korea saja, mereka jarang melihat idol di kota. Mungkin kalau kamu nungguin di sekitar agency mereka bisa ada kesempatan ngelihat kali ya.

Baca juga: Itinerary Backpackeran ke Vietnam Selama 2 Minggu

Itinerary liburan Korea Selatan selama 14 hari

Kalau mau ikut rute asli saya, yang seharusnya sebulan bisa dipersingkat jadi 2 minggu saja.

Saya menggunakan mode transportasi bus untuk pindah dari satu kota ke kota lain.

Biar cepat bisa juga naik kereta cepat atau KTX, tapi harga tiketnya biasa lebih mahal.

Nah, ke kota mana saja?

Berikut rekomendasi itinerary liburan Korea Selatan saya kalau punya waktu 14 hari (2 minggu).

Day 1 -2: Busan 

Tujuan pertama saya adalah Busan, kota terbesar kedua di Korea Selatan.

Busan terkenal dengan wisata pantainya karena dekat dengan laut.

Dari Busan juga bisa nyebrang ke Pulau Jeju, sayangnya saya tidak masukin Pulau Jeju dalam itinerary Korea Selatan saya.

Cek lebih lengkap apa saja tempat wisata menarik di Busan di artikel ini!

Highlight:

  • Kuil Beomeosa
  • Jalgachi Market
  • Haedong Yonggungsa Temple
haedong yonggungsa tempat wisata di busan
Haedong Yonggungsa Temple di Busan

Day 3-4: Daegu

Awalnya, saya cuma pengen main ke Daegu karena ada teman saya, tidak disangka banyak tempat wisata di Daegu yang juga tidak kalah seru untuk dikunjungi seperti Duryu Park.

Saya juga mengunjungi Museum Oriental dimana saya mencoba hanbok atau pakaian tradisional Korea.

Dari Daegu menjadi base saya untuk one day trip ke Gyeongju kemudian mendaki Gunung Jirisan setelahnya.

Highlight: 

  • Duryu Park
  • Yangnyeongsi Oriental Museum
  • Gyeongsang-gamyeong Park
  • Daegu Modern History Museum
  • Gyesan-dong Church and Cathedral
  • Dongseongnon Shopping District
  • Dalseong Park

Baca juga: Itinerary liburan hemat ke Sydney selama 5 hari 4 malam!

tempat wisata daegu duryu park itinerary korea selatan
Indahnya Duryu Park di musim Gugur

Day 5: Gyeongju

Gyeongju merupakan sebuah kota bersejarah peninggalan Kerajaan Silla.

Jadi kalau memang senang dengan sejarah, wajib banget ke Gyeongju.

Gyeongju juga merupakan warisan budaya UNESCO.

Cara menuju Gyeongju dari kota besar lainnya bisa naik bus.

Highlight: 

  • Bulguksa Temple
  • Seokguram Grotto
  • Anapji Pond
anapji pond gyeongju itinerary korea
Anapji Pond

Day 6-7: Jirisan

Setiap mengunjungi sebuah negara pasti sebisa mungkin saya akan hiking, tidak terkecuali di Korea Selatan.

Jirisan (1,915 mdpl) adalah gunung kedua tertinggi setelah Hallasan.

Pintu masuk untuk mendaki Gunung Jiri adalah Jungsan-ni yang terletak di Kota Jinju.

Di hari pertama saya naik sampai Jangteomok Shelter yang berada sejuah 4.6 km dari pintu masuk.

Keesokan paginya saya melanjutkan perjalanan sampai puncak Cheonwanbong untuk melihat sunrise dan kembali ke Daegu.

Jirisan itinerary korea selatan
Pemandangan dari Jirisan

Day 8-9: Andong – Hahoe Folk Village

Setelah Daegu saya melanjutkan perjalanan ke Kota Andong.

Di Andong ada sebuah desa tadisional Korea yang bernama Hahoe Folk Village.

Menurut saya desa ini wajib dimasukkan ke dalam itinerary  liburan ke Korea Selatan, rasanya seperti melihat Korea Selatan di masa lalu.

Desa ini juga sering digunakan sebagai tempat syuting film kerajaan Korea.

Baca juga: Itinerary Backpackeran ke Chiang Mai dan Chiang Rai 

desa tradisional hahoe korea
Desa Hahoe

Day 10-11: Seoraksan

Untuk ke Seoraksan biasanya sih orang-orang pada ambil day trip dari Seoul.

Biar tidak bolak balik, dari Andong saya naik bus langsung ke Sokcho dan menginap di sana.

Baru deh saya seharian keliling Seoraksan. Ketika masuk ada sebuah kuil yang bernama Sinheungsa.

Sebuah patung Buddha besar duduk di dekat kuil tersebut.

Selanjutnya saya hiking sampai Ulsanbawai Rock.

Anginnya kencang banget dan dingin, saya sampai tidak bisa merasakan telinga saya.

Atraksi yang paling terkenal di Seoraksan adalah naik cable car sampai Gwongeumseong Fortress.

Sayangnya anginnya kencang, jadi ditutup.

Baca juga: Itinerary liburan ke Macau, asik-asik tempat wisata nya!

Seoraksan itinerary korea selatan
Ulsanbawai Rock

Day 12-14: Seoul

Kota terakhir yang ada dalam itinerary saya liburan ke Korea adalah Seoul.

Ya, kurang lebih saya jalan-jalan di Seoul cuma ke Gyeongbokgung Palace, N Seoul Tower, dan juga pusat keramaian seperti Itaewon atau Hongdae.

Kalau punya waktu ikutan DMZ Tour dimana kamu bisa berkunjung ke area perbatasan dengan Korea Utara.

Selain itu bisa ikutan tur juga ke Nami Island.

Highlight:

  • Gyeongbokgung Palace
  • Desa Buchon Hanok
  • N Seoul Tower
  • Dongdaemun Market
  • Itaewon, Hongdae, Gangnam, Myeongdong, Insadong
  • DMZ (Demilitarized Zone)
istana gyeongbokgung tempat wisata seoul
Istana Gyeongbokgung

Nah, kurang lebih itulah itinerary liburan ke Korea Selatan yang saya singkat jadi 14 hari (2 minggu).

Saran saya sih kalau mau ke Korea Selatan paling tidak sisihkan waktu selama 5 hari.

Bisa dipilih saja mana kira-kira kota yang menarik bagi kamu.

Contohnya kalau cuma punya waktu 5 hari bisa pilih tempat wisata yang dekat dengan Seoul atau dekat dengan Busan.

Kalau kamu ada pertanyaan tentang itinerary di atas, boleh langsung tanyakan ke saya ya!

Selamat liburan ke Korea Selatan!

 


Post Views: 3,155