Panduan Lengkap, Informasi, Cara ke Sana

Banyak pertanyaan dari teman-teman, bagaimana sih cara menuju Pulau Togean? Di mana rekomendasi penginapan yang sesuai dan apa saja objek wisata di sekitar Pulau Togean? Saya coba rangkum ya dalam tulisan ini.

Terkadang pergi ke suatu tempat itu butuh perjuangan yang besar.

Tetapi ketika sampai dan melihat keindahan tempat itu yang melebihi ekspektasi, rasa senangnya juga mungkin berkali-kali lipat.

Begitulah perasaan saya ketika sampai di Kepulauan Togean.

Pulau Togean adalah salah satu pulau yang lebih jarang dikunjungi oleh turis.

Letaknya yang tersembunyi di tengah Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, membuat pulau ini tidaklah begitu ramai.

Mungkin bagi sebagian orang tidak banyak yang bisa dilakukan di Kepulauan ini.

Tetapi bagi saya yang suka dengan ketenangan, pulau ini cocok untuk saya.

Cara ke Pulau Togean Menggunakan Transportasi Umum

Pulau Togean terletak di tengah Teluk Tomini.  Ada dua cara ke Pulau Togean yang umumnya bisa ditempuh yaitu melalui Ampana dan Gorontalo.

1. Melalui Ampana

Ampana dapat ditempuh menggunakan pesawat dari kota Palu.

Jika kamu terbang dari Jakarta, Surabaya, Bali, atau Makassar, terbanglah ke Palu dulu kemudian ambil penerbangan lain lagi menuju Ampana.

Mungkin kamu harus menginap dulu semalam di Palu karena jadwal pesawat dari Palu ke Ampana yang dioperasikan oleh Susi Air hanya berangkat setiap hari Senin dan Rabu saja.

Sesampainya di Ampana, kamu harus naik kapal ke Wakai.

Kapal menuju Wakai berangkat jam 10 pagi dan tiba sekitar jam 1 siang (3 jam perjalanan).

Harga tiket kapal Ampana – Wakai yaitu Rp 150.000.

Rekomendasi untuk menginap semalam di Ampana adalah Hotel Lawaka.

2. Melalui Gorontalo

Ambil penerbangan dari Jakarta atau Surabaya menuju Gorontalo.

Kemudian, pergilah ke pelabuhan feri yang terletak kurang lebih satu jam dari bandara.

Kapal feri dari Gorontalo menuju Wakai berangkat setiap hari Selasa dan Jumat jam 6 sore.

Perjalanan menggunakan feri kurang lebih 12 jam, dan akan tiba di Wakai keesokan paginya.

Untuk harga tiket ferinya sendiri Rp 64,000 untuk kelas ekonomi (non ac), Rp 89,000 untuk kelas bisnis (ber-ac), atau Rp 500,000 untuk satu kabin muat untuk 4 orang.

Kalau sudah sampai di Wakai, akan lebih mudah lagi untuk pergi ke pulau-pulau di sekitar Togean.

Beberapa penginapan atau resort bisa menjemput kamu, jadi sebaiknya kamu tanya staff penginapan sebelum kedatangan.

jadwal kapal terbaru kepulauan togean
Jadwal kapal Pulau Togean

Penginapan di Sekitar Pulau Togean

Di Pulau Togean sendiri terdapat beberapa jenis penginapan mulai dari beach resort dengan bungalow kayu dengan hammock di depan kamar untuk bersantai.

Biasanya penginapannya itu menawarkan paket full, termasuk makan 3x sehari.

Listrik di Pulau Togean sangat terbatas, jadi biasanya cuma ada listrik dari jam 6 sore sampai tengan malam.

peta kepulauan togean
Peta Kepulauan Togean

Nah berikut beberapa rekomendasi penginapan di Pulau Togean:

1. Fadhila Cottages

(Rp 200,000 – 350,000/orang/malam)

Saya sempat menginap beberapa malam di Fadhila Cottages. Letaknya di sebuah pulau kecil di seberang Pulau Katupat.

Saya cukup suka menginap disini karena nuansa pulaunya sangat tenang, alami, simple dan sederhana.

Makanannya enak, porsinya pun cukup memuaskan.

Kamarnya sederhana, ada kelambu dan juga hammock di depan kamar. Hanya saja, mungkin bisa lebih bersih lagi.

Jangan takut dengan binatang liar seperti lebah, kadal, atau laba-laba berkeliaran. Namanya juga tinggal di pulau terpencil, ya nggak.

fadhila cottages penginapan di pulau togean
Hammock di depan kamar Fadhila Cottages

2. Kadidiri Paradise

(Rp 200,000 – 450,000/orang/malam)

Saya juga meninap di Kadidiri Paradise yang terletak di Pulau Kadidiri, Togean.

Pulau ini tidak jauh dari danau ubur-ubur yang terkenal di kepulauan ini.

Penginapannya lebih mewah, dengan fasilitas seperti canoe, jaring voli, dan dermaga untuk bersantai. Pantainya sih kurang bagus ya.

Makanannya juga enggak terlalu gimana banget. Kalau untuk kebersihan kamarnya saya beri nilai A deh.

Cek Harga Terbaru Kadidiri Paradise

penginapan di pulau togean kadidiri paradise

3. Bahia Tomini Eco Resort

(Rp 350,000 – 500,000/orang/malam)

Terletak di Pulau Malenge, Bahia Tomini Eco Resort merupakan tempat favorit saya.

Walaupun saya tidak menginap disini, saya langsung jatuh cinta dengan suasana sekitar.

Disini cuma ada 4 bungalow, semunya menghadap langsung ke laut. Pasir pantainya sangat putih dan indah. Dekorasi bungalownya juga menarik.

Saya pribadi tidak akan keberatan untuk tinggal dan bersantai di pulau ini.

kamar bahai tomini

4. Pilihan penginapan lainnya

Kurang lebih kamu bisa cek di aplikasi atau situs booking hotel yang ada.

Beberapa rekomendasi penginapan lain di Kepulauan Togean adalah:

  • Sunset Beach, terletak sekitar 20 menit kapal dari Wakai. Harganya sekitar Rp 175,000/orang/malam untuk low season atau Rp 200,000/orang/malam untuk high season, sudah termasuk 3x makan.
  • Lia Beach, terletak di Pulau Waleakodi. Bungalownya terbuat dari bambu terkesan unik. Harganya Rp 350,000/orang/malam.
  • Sanctum Dive Resort, di Pulau Una Una.
  • Black Marlin Dive Resort, di Pulau Kadidiri.
  • Araya Dive Resort, untuk diving di Pasir Tengah dan Goa Goa.
  • Reconnect, resort di pulau pribadi dengan 10 kamar tipe glamping atau villa di tepi pantai. Harganya mulai dari Rp 1 – 1.5 juta/malam

10 hal yang bisa kamu lakukan di Pulau Togean

Jika kamu mencari pulau tropis untuk bersantai atau beristirahat, mungkin dengan sedikit rasa berpetualang, wisata ke Pulau Togean sangat cocok kamu.

Pantai pasir putih yang indah, terumbu karang berwarna-warni, dan pengalaman langka melihat stingless jellyfish atau ubur-ubur tanpa sengat, traveling ke Kepulauan Togean akan menjadi pengalaman yang paling seru.

Berikut 10 hal yang bisa dilakukan di Pulau Togean:

1. Nyemplung ke air bening di Pulau Togean

Kepulauan Togean terdiri dari pulau-pulau kecil.

Mau pulau yang manapun kemungkinan besar kamu akan merasakan surga dimana air laut yang bening dan tenang terpampang di depan mata.

Sangatlah sulit untuk menahan diri agar tidak nyemplung ke dalam air, menyegarkan diri di bawah teriknya matahari.

Pastinya kamu juga akan merasakan hal yang sama.

Kamu bisa snorkeling untuk melihat indahnya pemandangan di bawah laut dan berenang bersama ikan-ikan kecil.

Tempat wisata di Pulau Togean
Pulau Katupat

2. Menikmati waktu dan suasana dengan tenang

Agak sulit mendapatkan sinyal telepon di Kepulauan Togean. Listrik juga terbatas hanya dari jam 6 sore. Lupakan handphone kamu, masalah, maupun soal kerjaan.

Mumpung lagi di pulau terpencil mirip dengan Pulau Weh, nikmatilah tenangnya suasana disini.

Kebanyakan resort menyediakan hammock di depan kamar.

Kalau saya sukanya tidur-tiduran di hammock dan membaca buku, atau menuangkan isi pikiran saya dengan tulisan.

Saya juga suka bermain dengan anjing disana, main voli, yoga, atau sekedar nongkrong sama teman-teman.

Di malam hari kamu bisa melihat bintang juga. Saya tidak keberatan berlama-lama disini.

Wisata pantai di Pulau Togean
Pantai Malinge

3. Dive, dive, dive

Daya tarik dari wisata Pulau Togean adalah situs diving-nya. Beberapa situs diving yang bagus ada di Pulau Kadidiri dan Una-una.

Banyak teman saya yang bilang kalau diving di Togean seru. Kamu bisa menemukan black-tail barracuda, penyu, hiu, dan lainnya.

Bukan seorang diver? Sama saya juga bukan. Snorkeling juga menyenangkan kok. Tempat snorkeling favorit saya adalah Hotel California dan Reef 1.

Terumbu karang disini bagus walaupun tidak banyak variasi ikan. Keindahan terumbu karangnya mirip seperti  di Pantai Ora yang terletak di Maluku.

4. Naik kapal malam hari untuk melihat plankton

Saya pribadi belum coba, tetapi saya melihat tamu lain meninggalkan resort dengan sampan kecil dilengkapi peralatan snorkeling pada malam hari.

Ketika kembali, mereka bilang kalau mereka habis berenang dengan plankton yang bersinar.

Karena saya belum pernah melihat plankton yang bersinar, saya tanya seperti apa bentuknya. “Seperti berenang dengan bintang.” Itulah jawaban salah satu dari mereka.

5. Menyebrangi pulau ke pulau dengan jembatan kayu panjang

Sebuah jembatan kayu dengan panjang hampir satu kilometer menghubungi Pulau Malenge dan Pulau Papan.

Jembatan ini dibangun untuk memudahkan siswa di Pulau Papan agar bisa pergi ke sekolah yang ada di Pulau Malenge.

Salah satu warga lokal memberitahu saya bahwa sebelum jembatan ini dibangun, para siswa ini akan berenang sehabis sekolah untuk pulang ke rumah.

Tentunya sangat bahaya, makanya pemerintah akhirnya membangun jembatan ini.

Berjalan di atas jembatan kayu ini pastinya sangat berbeda.

Soalnya langsung bisa melihat terumbu karang langsung di bawah.

Sebelum meninggalkan pulau ini, saya naik ke sebuah bukit bernama Batu Karang untuk melihat panorama seluruh desa dan jembatan dari atas.

jembatan pulau papan
Jembatan Pulau Papan

6. Bertemu dengan penduduk lokal Pulau Togean

Suku Bajo adalah suku yang menempati beberapa perairan Indonesia termasuk di Kepulauan Togean.

Suku ini membangun rumah panggung di atas air.

Katanya Orang Bajo bisa menyelam sampai 20 meter tanpa menggunakan peralatan apapun.

Mereka tidak punya mobil tapi punya kapal. Anak kecil bukannya bermain di taman tapi langsung nyebur ke laut.

Pulau Papan adalah rumah bagi keluarga Orang Bajo. Saya juga mengunjungi Desa Bajo di Pulau Kabalutan.

Tampaknya populasi di pulau ini lebih besar daripada Pulau Papan.

Anak kecil senang sekali melihat tamu datang ke desa. Saya langsung dikerubunin anak kecil. Remaja lain dengan seragam sekolahnya juga ngobrol sama saya.

Suku bajo
Rumah penduduk lokal

7. Duduk di ujung dermaga sambil menunggu matahari terbenam

Setelah pindah dari satu pulau ke pulau lainnya, selain makan malam pastinya, hal yang paling seru untuk dilakukan di Pulau Togean adalah duduk di dermaga dan menunggu matahari terbenam.

Dengan pemandangan yang luar biasa ini, saya menyadari betapa beruntungya saya bisa berada di tempat ini.

sunset pulau togean
Bersantai di dermaga

8. Bermanin dengan Ubur-ubur tanpa sengat di Danau Mariona

Kebayangkah asiknya berenang bersama ubur-ubur? Eh, bukannya mereka beracun ya?

Beberapa jenis ubur-ubur berbahaya bahkan mematikan. Terkadang saya bete dengan ubur-ubur yang tidak terlihat pas snorkeling tetapi terasa sengatannya.

Tetapi, di beberapa tempat, ada juga ubur-ubur yang tidak menyengat.

Di Indonesia ada tiga tempat dimana kita bisa berenang dengan ubur-ubur tanpa sengat: Danau Kakaban di Pulau Derawan, Misool, dan Danau Mariona di Togean.

ubur ubur tanpa sengat di danau mariona togean
Ubur-ubur tanpa sengat di Danau Mariona

Ubur-ubur ini kehilangan sengatnya karena perubahan geologi.

Karena terperangkap di laguna tanpa predator, ubur-ubur ini pun tidak perlu melindungi diri dengan sengatnya.

Tapi salah satu teman saya kena sengat di bagian bibir pas berenang.

Mungkin tipe ubur-ubur lainnya kali ya. Berenang bersama binatang lucu ini adalah salah satu pengalaman paling seru di Kepulauan Togean.

Baca juga: Indahnya Terumbu Karang di Pulau Wakatobi

9. Mengenal kuliner lokal Kepulauan Togean

Hampir semua resort di Kepulauan Togean menawarkan paket termasuk 3x makan. Di luar area resort hampir tidak ada restoran lainnya.

Karena di pulau, pastinya mereka menyajikan seafood yang langsung ditangkat dari laut.

Biasa porsinya lumayan mengenyangkan jadi kamu tidak perlu takut kelaparan.

Salah satu makanan yang mencuri perhatian saya adalah sagu. Sagu adalah makanan utama di wilayah timur Indonesia.

Teksturnya agak kenyal dan cara masaknya bisa dipanggang atau direbus.

Favorit saya adalah sagu yang dibulatin jadi bola, dicampur dengan gula merah dan parutan kelapa. Rasanya kenyal dan tidak terlalu manis.

makanan khas sulawesi
Bola-bola sagu

10. Belajar cara mendaur ulang plastik menjadi kerajinan tangan

Agar pariwisata di Pulau Togean bisa berkembang dan tetap bersih, salah satu organisasi non-profit lokal mengajak warganya untuk mendaur ulang sampah plastik dan menjadikannya bahan untuk kerajinan tangan.

Di Pulau Katupat kamu bisa melihat proses pembuatan kerajinan tangan ini.

Hasilnya bisa dijadikan oleh-oleh seperti gantungan kunci, topi, atau dompet. Harganya dari Rp 20,000 sampai Rp 100,000.

Baca juga: Panduan dan Tips Wisata ke Pulau Komodo, Labuan Bajo

kerajinan tangan di pulau togean
Kerajinan tangan dari plastik

Nah, itulah 10 hal yang bisa dilakukan di Kepulauan Togean.

Dijamin bakal dapat pengalaman yang asik. Saya ketemu beberapa tamu dari luar negerti yang sudah berkali-kali bolak balik ke pulau ini.

Terima kasih Kementerian Pariwisata Indonesia yang telah mengajak saya ke Pulau Togaen.

Tips dan Informasi Wisata Lainnya Pulau Togean

Beberapa tips untuk kamu yang ingin liburan ke Pulau Togean:

Harga kapal untuk snorkeling trip (dari Fadhila Cottage)

  • Reef Satu – Hotel California – Pantai Karina – Danau Ubur-ubur – Hutan Bakau: Rp 425,000 (6 – 8 orang)
  • Pulau Taipi – Pantai Karina – Danau Ubur-ubur – Hutan Bakau: Rp 425,000 (6 – 8 orang)
  • Hotel California – Reef Dua – Atoll – Pantai Malenge: Rp 475,000 (6 orang)
  • Reef Satu – Reef Dua – Atoll – Malenge’s Jetty: Rp 525,000 (6 orang)
  • Desa Kabalutan – Pulau Talawenga: Rp 525,000 (6 – 8 orang)
  • Sewa alat snorkeling dan fin: Rp 50,000/hari

diving di kepulauan togean

Rekomendasi situs diving di sekitar Pulau Togean

  • The Pinaccle – Una Una: Karang pinnacle besar dengan wall atau tebih sedalam 60 meter. Banyak variasi sponge coral
  • Apollo – Una Una: Kemungkinan besar bisa melihat school of Blackin Barracuda
  • Pasir Tengah: Terumbu atoll selebar 3 kilometer dan nudibranch
  • B24 Bomber Wreck: Kapal karam dengan panjang 17 meter dan lebar 22 meter
  • Batu Gila: Hiu karang, pari manta, dan barracuda
  • Goa Goa: Diving menelurusi lorong dengan terumbu karang indah dan visibilitas air yang bagus

Saya sarankan

Jalur Pendakian, Biaya, dan Cara Ke Sana

Gunung Papandayan adalah salah satu gunung favorit saya. Gunung yang terletak di Garut, Jawa Barat ini memiliki akses yang sangat gampang. Jalurnya pun tidak sulit sehingga cocok bagi pendaki pemula.

Gunung Papandayan memiliki ketinggian 2,665 mdpl dan menawarkan pemandangan yang sangat menarik – mulai dari hutan mati, hingga kawah yang masih aktif.

Kalau mau sekedar hiking atau camping santai untuk melewati weekend, saya sarankan sih ke Gunung Papandayan saja.

Jaraknya juga tidak terlalu jauh dari Jakarta maupun Bandung.

Nah, di artikel ini saya akan membagikan informasi jalur pendakian Gunung Papandayan, cara ke Gunung Papandayan dari Jakarta, dan berapa harga tiket masuknya.

Cara ke Gunung Papandayan

Perjalanan dapat dimulai dari Jakarta atau Bandung dengan rute sebagai berikut:

  • Bus Jakarta/Bandung – Garut. Dari Jakarta kamu bisa naik Bus Primajasa dengan tujuan Garut. Bus berangkat dari Terminal Cililitan, Pasar Rebo, atau Kampung Rambutan. Lama perjalanan sekitar 5 jam dengan harga tiket bus Rp 52,000. Bus Primajasa berangkat setiap 45 menit dengan jadwal diantara jam 3.30 pagi sampai 10 malam. Dari Bandung lebih dekat lagi, bisa naik minibus dari Terminal Leuwipanjang dengan tujuan Garut namun bisa minta diberhentikan di pertigaan Pasar Cisurupan. Lama perjalanan sekitar 2 jam dengan harga tiket Rp 20,000.
  • Minibus Garut – Pertigaan Pasar Cisurupan.  Setelah sampai di Terminal Guntur, Garut, kamu harus naik minibus lagi sampai pertigaaan Pasar Cisurupan. Perjalanan menggunakan minibus kurang lebih 1 jam lagi dengan harga tiket Rp 13,000. Jadwal terakhir minibus ini sampai jam 6 sore.
  • Ojek/Pickup Pertigaan Pasar Cisurupan – Camp David. Nah, dari pertigaan harus naik ojek lagi atau mobil pick up. Kurang lebih sekitar 30 menit. Tarif ojek sekitar Rp 15,000 – 25,000. Sedangkan pick up satu mobilnya Rp 200,000 bisa muat 10 – 15 orang.

Suka dengan konten ini? Dukung Nonanomad biar semangat bikin konten yang bermanfaat buat kamu. Klik di sini untuk memberikan dukungan!

Harga tiket masuk Gunung Papandayan

Harga tiket masuk Gunung Papandayan adalah Rp 20,000 (hari biasa) dan Rp 30,000 (hari libur) untuk turis domestik, Rp 200,000 (hari biasa) dan Rp 300,000 (hari libur) untuk turis mancanegara.

Selain itu, tarif untuk berkemah camping Rp 35,000 untuk turis domestik dan Rp 105,000 untuk turis mancanegara.

Jalur Pendakian Gunung Papandayan

Pendakian Gunung Papandayan bisa dilakukan dalam 2 hari 1 malam saja. Jalurnya cukup landai.

Tetap pastikan membawa peralatan hiking yang diperlukan.

Berikut adalah itinerary, jalur pendakian, dan estimasi lama waktu pendakian Gunung Papandayan:

Camp David – Kawah Mas (20 menit)

Oke, mari kita mulai pendakian. Setelah meninggalkan Camp David, kamu akan melewati kawah yang masih mengeluarkan uap.

Gunung Papandayan ini cukup unik, karena biasanya kalau mendaki gunung pasti baru bisa melihat kawah dari puncaknya.

Artinya basecamp pendakian biasanya dibangun di sisi lain dari gunung.

Tapi Gunung Papandayan berbeda. Posisi basecamp-nya malah terletak di bawah kawah langsung.

Terlihat uap yang melambung keluar, sesekali kamu bisa mendengar suara sulfur yang mendidih dari lubang kawah.

Pemandangan batu vulkanis putih dipadu dengan uap sana sini sangatlah luar biasa indahnya.

Sekitar 20 – 30 menit berjalan melewati kawah, sebuah jalan setapak kecil akan membawa kamu ke punggung bukit.

kawah mas garut
Kawah Gunung Papandayan

Kawah Mas – Pondok Salada (1 – 2 jam)

Di sebelah kanan terlihat sebuah danau kecil yang berwarna hijau tosca yang terbentuk pada saat erupsi di tahun 2002.

Ikuti terus jalan turunan sampai ketemu aliran sungai kecil. Nah, kumpulin energi kamu untuk mendaki jalur yang cukup terjal.

Ada percabangan, sebelah kiri jalurnya landai tapi lebih jauh. Sebelah kanan jalur singkat tapi ya lebih capek.

Setelah 1 – 2 jam pendakian (tergantung kecepatan dan stamina), sampailah di Pondok Salada.

Kamu boleh nge-camp di sini, ada air bersihnya juga, atau melanjutkan pendakian sampai Tegal Alun.

jalur mendaki gunung papandayan
Bukit punggung setelah melewati kawah

Pondok Salada – Hutan Mati – Tegal Alun (1 jam)

Ada 3 jalur untuk menuju Tegal Alun. Yang paling cepat adalah jalur sisi kanan, tinggal motong bagian tengah hutan di sisi punggung bukit satunya.

Jalurnya sangat terjal, tapi 30 – 45 menit saja sudah sampai ke Tegal Alun.

Jalur di sisi kiri lebih gampang, kamu akan melewati hutan mati yang terkenal di Gunung Papandayan. Terserah kamu mau milih jalur yang mana. Kalau saya waku itu naiknya lewat jalur sisi kanan, turunnya baru melewati hutan mati.

Sampai deh di Tegal Alun. Area ini dipenuhi dengan hamparan bunga edelweiss yang indah. Dari Tegal Alun sudah dekat sampai ke puncak.

hutan mati papandayan
Hutan mati

Tegal Alun – Puncak Gunung (1 jam)

Menurut saya sih, tidak perlu sampai puncak. Dari Tegal Alun masih harus jalan sekitar 1 jam.

Sampai puncak juga tidak ada view yang bagus, sekelilingnya cuma pohon-pohon saja seperti di tengah hutan.

Seingat saya setelah Tegal Alun ada sebuah lembah dengan aliran sungai yang mengalir. Spot di sini cukup bagus dan berkesan bagi saya.

Pondok Salada Gunung Papandayan

Penutup

Sekarang kamu mengertikan kenapa Gunung Papandayan adalah gunung favorit saya? Lokasinya tidak jauh dari Jakarta atau Bandung.

Pemandangannya juga bervariasi, ada kawah, hutan mati, dan juga hamparan bunga edelweiss.

Itulah catatan pendakian Gunung Papandayan lengkap dengan jalur pendakian dan itinerary selama 2 hari 1 malam.

Pernahkah kamu mendaki Gunung Papandayan? Bagaimana pengalamanmu? Share di kolom komentar ya!

Baca juga artikel ini: 


Post Views: 3,993

Panduan Lengkap, Tips, dan Cara Ke Sana

Panduan wisata bagi kamu yang ingin liburan ke Pulau Wakatobi, lengkap dengan itinerary, jadwal kapal, dan rincian biaya untuk mengunjungi salah satu destinasi kepulauan di Indonesia yang indah ini!

Saya sudah pernah traveling ke banyak pulau indah di Indonesia seperti Pulau Togean, Pulau Derawan, atau Raja Ampat.

Menurut saya, Pulau Wakatobi merupakan destinasi yang paling berkesan karena terumbu karang bawah lautnya sangat indah.

Memang, akses menuju pulau ini tidaklah gampang – apalagi informasi tentang tentang cara menuju Pulau Wakatobi sangatlah minim.

Awalnya saya cukup khawatir, bagaimana kalau jadwal kapal tidak cocok sehingga mengganggu rencana perjalanan? Ternyata, pas udah di sana lancar-lancar aja.

Baca terus ya artikel ini karena saya akan berbagai tips dan pengalaman berwisata ke Pulau Wakatobi.

Snorkeling di Pulau Tomia
Terumbu karang di Pulau Tomia

Sekilas tentang Pulau Wakatobi

Wakatobi merupakan gugusan kepulauan yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara dan terdiri dari 4 pulau utama yaitu Wangi Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Tidak diragukan lagi bahwa pulau ini memiliki surga bawah laut yang menakjubkan dengan keanekaragaman hayati lautnya.

Pulau Wakatobi menyandang status taman nasional yang memiliki ciri khas unik yaitu:

  • Keberagaman hayati laut lebih dari 750 spesies terumbu karang dan sekitar 942 spesies ikan, jumlah ini melebihi Laut Karibia (50 spesies) dan juga Laut Merah (300 spesies).
  • Dinding karang terbesar kedua di dunia setelah Australia dan juga karang atoll terpanjang di dunia (48 km).
  • Bagian dari Operation Wallacea, sebuah organisasi yang melakukan riset dan pelestarian margasatwa di berbagai lokasi.

Nah, selain keindahan bawah lautnya, kamu bisa berbaur dengan masyarakat Bajo untuk melihat dan merasakan langsung kebudayaan serta kehidupan sehari-hari mereka.

Pulau Wakatobi
Snorkeling di Pulau Tomia

Cara ke Pulau Wakatobi

Berikut adalah beberapa pilihan mode transportasi jika ingin mengunjungi Pulau Wakatobi:

Pesawat terbang 

Dari kota asal, kamu bisa mencari penerbangan ke Kendari terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penerbangan ke Bandara Matahora yang terletak di Wangi Wangi.

Untuk saat ini, hanya ada 1 penerbangan saja yang dioperasikan oleh Wings Air dengan jadwal keberangkatan pukul 10.50 WITA dan lama perjalanan sekitar 45 menit, harga tiket sekitar Rp 1 juta. 

Kapal KFC Jetliner dari Kendari ke Wakatobi

Dari Kendari, kamu juga bisa naik kapal KFC Jetliner yang berangkat setiap hari Senin, Rabu, Jumat pukul 17.00 WITA dan lama perjalanan 13 jam, harga untuk kelas ekonomi mulai dari Rp 98,000.

Kamu bisa cek situs resmi https://www.pelni.co.id/ untuk melakukan reservasi tiket secara online.

Ada dua cara yang paling umum untuk menuju ke Pulau Wakatobi yaitu melalui Baubau atau Kendari – setelah itu baru dilanjutkan menggunakan kapal menuju salah satu pulau yang ada.

Kapal dari Bau Bau ke Wakatobi

Sebenarnya ada kapal pelni yang berangkat dari Baubau ke Wangi Wangi (KM Leuser dan KM Sirimau), hanya saja jadwal keberangkatannya tidak setiap hari. Kamu bisa cek situs pelni.co.id untuk melihat jadwal pelayaran.

Pilihan lainnya adalah menggunakan kapal kayu. Dari pengalaman saya, naik kapal yang mana aja tetap bisa kekejar kok.

Contohnya, rencana rute awal saya yaitu Baubau – Tomia – Kaledupa – Wangi Wangi – Bau Bau.

Namun ketika saya sampai di Baubau, tidak ada kapal yang berangkat ke Tomia pada hari itu, yang ada malah ke Kaledupa.

Akhirnya rute perjalanan saya menjadi Baubau – Kaledupa – Tomia – Wangi Wangi.

Intinya, tidak perlu khawatir dengan jadwal kapal karena naik kapal ke pulau mana aja masih bisa disesuaikan rutenya.

Berikut adalah jadwal kapal yang melayani rute Baubau ke Pulau Wakatobi, mudah-mudahan tidak ada perubahan:

Baubau – Wangi Wangi

  • Kapal umum/kayu:
    Baubau (Pelabuhan Murhum) – Wangi Wangi (Pelabuhan Wanci): Setiap hari jam 9 malam dengan biaya Rp 105,000
    Wangi Wangi – Baubau: Setiap hari jam 9 malam dengan biaya Rp 105,000.
    (Lama perjalanan kurang lebih 10 jam tergantung kondisi ombak.)
  • Speedboat/kapal cepat:
    Baubau – Wangi Wangi: Hampir setiap hari (cek lagi di pelabuhan) jam 1 siang dengan biaya Rp 180,000.
    Wangi Wangi – Baubau: Hampir setiap hari (cek lagi di pelabuhan) jam 8 pagi dengan biaya Rp 180,000.
    (Lama perjalanan 3-4 jam).

Baubau – Tomia

  • Kapal umum/kayu:
    Baubau (Pelabuhan Murhum) – Tomia (Pelabuhan Waha): Senin, Selasa, Rabu, Sabtu jam 9 malam dengan biaya Rp 130,000.
    Tomia – Baubau: Sabtu, Minggu, Selasa, Kamis jam  9 pagi dengan biaya Rp 130,000.
    (Lama perjalanan kurang lebih 12 jam tergantung kondisi ombak).

Baubau – Kaledupa

  • Kapal umum/kayu:
    Baubau (Pelabuhan Murhum) – Kaledupa (Pelabuhan Buranga). Harinya perlu dikonfirmasi lagi, jam 9 malam dengan biaya Rp 55,000.
    (Lama perjalanan sekitar 14 jam).
jadwal kapal wakatobi
Kapal kayu di Pulau Wakatobi

Setelah sampai di salah satu pulau di Wakatobi, lebih gampang lagi untuk ke pulau sekitarnya. Jarak antara satu pulau ke pulau lain kurang lebih 2 jam.

Misalnya, kapal dari Wangi Wangi berangkat jam 9 pagi, sampai di Kaledupa (Pelabuhan Taw) jam 11 siang, kemudian kapal ini akan melanjutkan perjalanan ke Tomia dan sampai jam 2 atau 3 sore.

Biasanya kapal tidak akan berlabuh di Pelabuhan Taw, Kaledupa sehingga harus naik sampan kecil seharga Rp 10,000 untuk turun di Pelabuhan Taw.

Sama juga dengan arah sebaliknya, kalau kapal berangkat dari Tomia jam 9 pagi, sampai di Kaledupa jam 11 pagi, kemudian sampai di Wangi Wangi sekitar jam 2.

Harga kapal untuk satu pemberhentian adalah Rp 50,000, harga untuk dua pemberhentian adalah Rp 100,000.

Ada juga kapal cepat dari Wangi Wangi – Kaledupa seharga Rp 80,000 dan juga dari Wangi Wangi – Tomia seharga Rp 120,000.

Sebaiknya naik kapal lambat saja karena kalau naik kapal cepat sampai Tomia berhentinya di Pelabuhan Usuku, sedangkan umumnya untuk diving atau snorkeling ada di dekat Pelabuhan Waha.

Itinerary liburan ke Pulau Wakatobi

Saya akan membagikan itinerary liburan ke Pulau Wakatobi dengan total perjalanan selama 7 hari, dimulai dari Baubau lengkap dengan kisaran pengeluaran.

Day 1: Makassar – Baubau 

Saya dan teman-teman memutuskan untuk mulai daru Baubau karena kebetulan kami berangkat dari Makassar, sekalian mau eksplor Baubau juga.

Setelah bertanya-tanya di sekitar pelabuhan, adanya kapal ke Pulau Kaledupa yang berangkat besok malam.

Day 2: Eksplor Baubau 

Dengan bantuan awak kapal, kami dapat angkot sewaan bersama supir untuk eksplor Baubau.

Spot-spot menarik yang bisa didatangi di Baubau ada:

  • Pantai Nirwana
  • Gua Lakasa
  • Benteng Keraton Buton
  • Air terjun Tirta Rimba

Dari jam 9 pagi kami mulai keliling, jam 1 siang udah selesai. Ga tau mau ngapain lagi, akhirnya kami santai-santai aja di KFC dekat Pantai Kamali sambil menunggu kapal ke Kaledupa yang berangkat jam 9 malam.

Semua kapal kayu memiliki fasilitas yang sangat minim, hanya ada matras di deck kapal. Wah, kalau gampang mabuk kayaknya bakal sengsara deh, soalnya benar-benar goyang kapalnya, haha. Harus bisa tahan 12 jam di kapal!

Pengeluaran: Sewa angkot (Rp 180,000), tiket masuk Pantai Nirwana (Rp 5,000/orang), tiket kapal ke Kaledupa (Rp 55,000/orang).

Day 3: Pulau Hoga, Kaledupa

Sebenarnya, Kaledupa bukan tujuan pertama dalam rencana perjalanan kami.

Biasanya, orang-orang memulai perjalanan dari Wangi Wangi – Kaledupa – Tomia, atau sebaliknya. Namun, karena kondisi dan masalah waktu, kami memutuskan untuk berangkat ke Kaledupa terlebih dahulu, lebih tepatnya Pulau Hoga.

Jam 11 pagi kami sampai di Kaledupa, setelah itu naik kapal kecil menuju Pulau Hoga sekitar 30 menit karena airnya lagi surut.

pulau hoga wakatobi
Pulau Hoga

Sampai di Pulau Hoga kami check in ke penginapan dan snorkeling seharian di dekat area dermaga.

Sayangnya cuaca mendung dan hujan, jadi visibility-nya kurang bagus. 

Namun, saya masih bisa menikmati keindahan terumbu karang dan berenang bersama ikan warna warni – rasanya seperti berenang di akuarium raksasa! 

Di sini juga ada wall atau tebing, jadi cocok banget buat saya yang senang freediving.

Kalau kamu hobi diving, di Pulau Hoga ada 22 spot diving yang bisa dicoba, loh!

Pengeluaran: Kapal Kaledupa – Pulau Hoga (Rp 50,000), penginapan + makan malam di Pulau Hoga (Rp 200,000).

terumbu karang pulau hoga
Terumbu karang di Pulau Hoga
snorkeling pulau hoga
Nemo di Pulau Hoga

Day 4: Desa Bajo Sampela – Tomia

Kami menyempatkan diri untuk berkunjung ke Desa Bajo Sampela yang terletak tidak jauh dari Pulau Kaledupa, Wakatobi.

Terlihat rumah-rumah kayu di atas air milik penduduk asli Bajo.

Orang Bajo dikenal dengan cara hidup yang mampu beradaptasi dengan lingkungan perairan.

Sebagian besar dari mereka merupakan nelayan, tapi mereka tidak menangkap ikan dengan menggunakan jaring, melainkan menggunakan tombak sambil menyelam dan menahan nafas panjang karena sudah terbiasa hidup di laut.

Bahkan beberapa orang Bajo sengaja memecahkan gendang telinga ketika masih muda agar lebih mudah menyelam dan juga berburu ikan di dalam laut.

bajo sampela pulau wakatobi
Desa Bajo Sampela

Kembali ke Kaledupa, kami harus naik mobil pickup menuju Pelabuhan Taw (30 menit) untuk mengejar kapal ke Pulau Tomia.

Kapal ke Tomia tiba jam 12.30 siang, perjalanan kurang lebih memakan waktu sekitar 2 jam.

Sampai di Tomia, kami bertemu dengan Pak Agus (pemilik homestay dan juga operator diving di Tomia), makan siang, dan mencoba discovery dive.

Ini pertama kalinya saya nyobain diving, saking gugupnya sampai harus menyesuaikan diri hampir 10 menit sebelum akhirnya turun ke bawah.

Satu kata untuk Pulau Tomia, WOW! Sejauh mata memandang isinya penuh terumbu karang semua, dari soft coral sampai hard coral.

Spot favorit saya ada Marimabuk, Fan Garden, Roma, Teluk Waitu, dan masih banyak lagi.

Visibility-nya oke banget dan lagi-lagi bagian yang paling berkesan adalah snorkeling di bagian wall.

Pengeluaran: Kapal Pulau Hoga – Kaledupa (Rp 50,000), pickup sampai Pelabuhan Taw (Rp 35,000), kapal kecil untuk naik kapal ke Tomia (Rp 10,000/orang), kapal Kaledupa – Tomia (Rp 50,000/orang), discovery dive (Rp 400,000/orang).

marimabuk pulau wakatobi
Spot Marimabuk
pulau tomia wakatobi
Terumbu karang di Pulau Tomia

Day 5 : Eksplor Tomia

Hari ini kamu eksplor spot-spot wisata yang ada di Tomia, Wakatobi, seperti:

  • Pantai Huntete
  • Puncak Kahianga
  • Benteng Patuha

Pemandangan dari atas Puncak Kahianga cukup bagus, sedangkan di Benteng Patuha menurut saya biasa saja.

Setelah itu saya dan teman-teman lanjut snorkeling lagi sampai sore, benar-benar ketagihan deh!

Pengeluaran: Sewa mobil dan supir untuk jelajah Tomia (Rp 150,000), sewa kapal untuk hopping island (Rp 300,000), homestay di Tomia (Rp 150,000 untuk 2 malam).

puncak kahianga
Puncak Kahianga

Day 6: Tomia – Wangi Wangi – Baubau

Tujuan terakhir dalam itinerary kami adalah Wangi Wangi, pusat dari Kepulauan Wakatobi.

Dari Tomia kami berangkat jam 9 pagi dan sampai di Pelabuhan Mola (Wangi Wangi) jam 1.30 siang.

Sayangnya, waktu kami terbatas karena karena malamnya harus naik kapal untuk kembali ke Baubau.

Tidak mau menyia-nyiakan waktu, langsung saja kami nyari angkot menuju Pantai Waha.

Jujur, saya tidak memiliki ekspektasi banyak terhadap Wangi Wangi. Dari berbagai sumber yang saya baca, spot snorkeling paling oke katanya ada di Pulau Hoga dan Tomia, ga banyak yang menyebutkan tentang Wangi Wangi.

Dari tepi Pantai Waha kami langsung nyemplung dan mencari spot yang bagus.

Awalnya saya kecewa karena kondisi bawah laut yang tidak bagus sama sekali, tapi setelah semakin jauh berenang, akhirnya ketemu wall, sumpah deh, terumbu karangnya cakep banget!

spot snorkeling wangi wangi
Terumbu karang di Wangi Wangi
pantai waha
Spot snorkeling di Pantai Waha

Bisa dibilang spot ini merupakan spot favorit saya, lebih dari Hoga maupun Tomia.

Wall-nya dalam, sampai tidak kelihatan ujungnya, terus penuh dengan terumbu karang! Mungkin ada kali ribuan ikan yang berenang di sini.

Saya tidak akan lupa dengan perasaan saya saat freediving menuruni wall sampai kedalaman 10 meter dan berfoto bersama seafan, sponges.

Terlihat ular laut yang berkeliaran di perairan Wakatobi.

Ular laut ini sangat beracun, tapi kalau tidak diganggu mereka ga bakal ganggu kamu juga.

Kami snorkeling sampai sore kemudian kembali ke Pelabuhan Wanci dan mengunjungi pasar malam yang menjual makanan lokal dan juga buah-buahan sambil menunggu kapal berangkat kembali ke Baubau.

Pengeluaran: Tomia – Wangi Wangi (Rp 100,000/orang), angkot ke Pantai Waha (Rp 5,000/orang), sewa angkot ke Pelabuhan Wanci (Rp 25,000). Kapal Wangi-Wangi – Baubau (Rp 105,000/orang).

Wangi Wangi
Wangi Wangi

Day 7: Kembali ke Makassar

Jam 6 pagi kami tiba di Baubau, kemudian lanjut lagi naik kapal PELNI yang berangkat jam 8 pagi dan tiba di Makassar jam 10 malam.

Sampai jumpa Baubau!

Saya menghabiskan sekitar Rp 1.5juta untuk semuanya termasuk makan, snorkeling, dan biaya pribadi lain.

Karena perginya bertiga jadi beberapa biaya bisa dibagi. Ga perlu habisin uang yang banyak kan untuk jalan-jalan ke Pulau Wakatobi?

Tips liburan ke Pulau Wakatobi

Saya rangkum ya beberapa tips lengkap dengan rekomendasi penginapan, kira-kira berapa pengeluaran biayanya:

  • Selalu bertanya untuk jadwal keberangkatan kapal karena terkadang bisa berubah.