Perlengkapan Mendaki Gunung Untuk Wanita, Bawa Apa Aja?

Pengen coba naik gunung nih, tapi bingung apa aja yang harus dibawa? Tenang saja. Buat kamu para wanita atau perempuan yang baru pertama kali naik gunung, baca terus artikel ini karena Nonanomad akan berbagi tips tentang apa saja perlengkapan mendaki gunung untuk wanita yang harus dibawa.

Sebagai seorang wanita, saya termasuk seseorang yang hobi banget mendaki gunung.

Memang sih, pas pertama kali naik gunung, waktu itu Gunung Gede, saya sempat kapok.

Hampir saja kena hipotermia karena baju saya kebasahan dan tidak membawa baju ganti yang cukup.

Benar-benar jadi pelajaran yang berharga.

Mendaki gunung bukan hal yang bisa disepelekan.

Bukannya lebay ya, tapi naik gunung itu butuh banget persiapan yang matang karena bisa dikategorikan olahraga atau hobi ekstrim yang juga menyangkut keselamatan kita.

Coba deh lihat, semakin profesional seorang pendaki, semakin lengkap juga perlengkapan mendaki atau naik gunung yang dibawa.

Karena mereka sadar betapa pentingnya hal ini.

Nah, kalau kamu baru pertama kali naik gunung alias pendaki wanita pemula, catat ya apa saja perlengkapan pribadi naik gunung yang harus dibawa.

Perlengkapan mendaki gunung untuk wanita (utama)

List yang disebutkan di bawah adalah perlengkapan mendaki gunung wanita yang wajib dan harus dibawa: 

1. Tas carrier dan rain cover

Perlengkapan naik gunung yang pertama adalah tas carrier (keril).

Tas punggung ini memang sudah didesain untuk pendakian sehingga bisa menyimpan banyak barang secara lebih efisien.

Ukuran tas carrier yang tepat untuk wanita adalah 40L – 60L, sesuaikan saja dengan tinggi badan kamu.

Biasanya kalau beli tas carrier udah dapet rain cover-nya juga.

Untuk rekomendasi tas carrier bisa coba cek Consina Alpine 55L.

Atur posisi tas carrier dengan mengencangkan strap atau tali pengikat.

Tas carrier harus berada tepat diatas pinggul dan juga tarik tali pengikat di bagian bahu agar menempel ke punggung.

Kalau ikatan carrier-nya terlalu longgar, carrier akan terasa jatuh ke belakang dan menarik badan sehingga jadi lebih berat.

Pastikan juga untuk packing tas carrier secara benar.

Saya pernah tulis artikel tentang cara packing carrier yang benar untuk pemula, silahkan dibaca.

perlengkapan naik gunung untuk wanita

2. Matras

Selanjutnya ada matras yang menjadi alas untuk tidur di dalam tenda.

Saya pernah coba tidur tanpa matras dinginnya minta ampun.

Ga nyaman juga soalnya kan tanah di gunung ada yang berbatu-batu dan keras.

Kalau muat matras bisa dimasukkan ke dalam tas carrier dengan cara mengeilingi bagian dalam carrier biar kokoh.

Kalau tidak muat bisa ditaruh di luar saja, diikiatkan ke sisi samping tas carrier.

3. Sleeping Bag

Perlengkapan mendaki gunung untuk wanita yang penting juga untuk dibawa adalah sleeping bag.

Sleeping bag yang menjadi selimut atau penghangat ketika kamu tidur dalam tenda.

Cari sleeping bag yang bahannya polar, ukurannya juga ga perlu yang terlalu besar.

Di Indonesia suhu di gunung tidak terlalu ekstrim karena masih di negara tropis.

Sleeping bag dengan suhu maksimum 5 derajat masih oke sih menurut saya.

Kalau ga tahan dingin, cari yang bisa tahan sampai minus 5 derajat.

Di Lazada ada promo tuh merek Antarestar paket sleeping bag sama matras cuma Rp 90rban aja, coba cek di sini.

4. Sepatu gunung 

Mendaki gunung sih jauh lebih nyaman kalau pakai sepatu ya. Kalau pakai sandal gunung boleh ga?

Jawabannya boleh-boleh saja kalau kamu lebih nyaman pakai sandal gunung tapi yang ada strap-nya ya.

Yang namanya sepatu gunung memang sudah dirancang dan disesuaikan dengan jalur pendakian yang berbatu.

Selain itu, sepatu gunung yang benar-benar bagus biasanya waterproof.

Saya sarankan sih jangan pakai sepatu biasa atau sepatu olahraga karena bagian solnya berbeda, jadi kadang malah licin.

Alasan kenapa saya juga milih sepatu daripada sandal karena pertama, lebih aman melindungi kaki.

Kedua, lebih nyaman, ketiga lebih hangat, keempat lebih bersih juga karena kaki jadi tidak berdebu.

Saya tetap bawa sandal kok untuk digunakan pas udah nge-camp jadi lebih enak keluar masuk tenda.

Baca juga: Pendakian Gunung Papandayan, cocok untuk pemula

5. Pakaian naik gunung 

Nah, yang sering bikin bingung nih buat para cewek-cewek, outfit naik gunung yang harus dibawa apa saja sih? Bawa baju berapa banyak?

Tergantung berapa hari kamu naik gunung, bagi pemula sih rata-rata pendakiannya 2 hari 1 malam, gunung di Indonesia kebanyakan juga perlu waktu segitu juga.

Pakaian naik gunung wanita yang bisa dibawa untuk pendakian 2 hari 1 malam adalah: 

    1. Jaket gunung wanita (1 buah), ada penutup kepala dan waterproof lebih bagus.
    2. Rain coat atau jas hujan (1 buah), boleh yang model poncho atau yang satu set ada atasan dan bawahan.
    3. Kaos bahan katun (2-3 buah), yang menyerap keringat boleh lengan panjang atau pendek.
    4. Celana (2 buah), model celana cargo yang banyak kantongnya, panjang pendek terserah. Kalau buat tidur enakan panjang biar hangat.
    5. Pakaian dalam (2 set), bra + celana dalam masing-masing 2 buah.
    6. Kaos kaki (3 buah)
    7. Topi (1 buah)
    8. Kupluk (1 buah)
    9. Sarung tangan (1 buah)
    10. Slayer/kain (1 buah) 

Saya pribadi sih suka pakai topi untuk melindungi wajah dari sinar matahari.

Sinar UV di gunung lumayan banget, jadi daripada kulit wajar terbakar atau terkena resiko kanker kulit mending pakai topi.

Sediain juga kupluk dan sarung tangan, percaya deh kalau tidur pake kupluk dan sarung tangan jauh lebih hangat.

Pas summit attack atau muncak biasanya juga kan subuh-subuh, anginnya biasa lumayan kencang.

Jadi kupluk bisa bantu menghangatkan badan, sarung tangan juga menghangatkan dan melindungi bagian telapak tangan, terutama pas harus panjat atua pegang-pegang batu.

Slayer berguna sebagai penutup hidup atau mulut kalau jalurnya berpasir.

Ohya, bagi para wanita muslim bawa jilbab atau kerudung lebih juga.

Kalau kamu mendaki lebih dari 2 hari, ya disesuaikan saja dengan jumlah pakaian sesuai jumlah harinya ya.

Triks saya sih biasa set baju untuk tidur memang digunakan untuk tidur saja.

Jadi misalnya 4 malam pun, saya pakai baju khusus untuk tidur yang sama selama 4 malam biar ga kotor.

Pas siang-siang lagi jalan, ya paling pakai baju yang sama 2 hari baru ganti kalau tidak basah.

Baca juga: Jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng

outfit naik gunung wanita
Pakaian saya pas mendaki gunung

6. Logistik

Biasanya logistik dibagi-bagi per grup atau kelompok. Kalau untuk pribadi pastikan bawa air yang cukup.

Kalau saya untuk pribadi biasanya bawa 2 botol air 1.5L + 1 botol air 600 ml.

Tapi tergantung gunungnya juga, ada mata air atau tidak.

Selain itu, bawa juga cemilan pribadi seperti coklat, roti, atau makanan ringan lainnya untuk menambah energi pas mendaki.

Perlengkapan mendaki atau naik gunung untuk wanita (sekunder)

Di bagian ini adalah perlengkapan atau alat perintila mendaki atau naik gunung lainnya yang perlu kamu bawa.

  1. Alat makan (1 set) – piring, sendok, garpu, gelas yang terbuat dari plastik.
  2. Headlamp/senter (1 buah), jaga-jaga bawa batre cadangan.
  3. Sunblock (1 buah), penting banget untuk melindungi kulit biar ga kebakar.
  4. Obat-obatan (1 set), jaga-jaga bawa betadine, hansaplast, obat sakit kepala, koyok, dan tolak angin. Di gunung paling sering masuk angin, jadi membantu banget tolak angin.
  5. Pembalut (2-3 buah), jaga-jaga aja mana tau pas lagi datang bulan.
  6. Tisu basah dan kering (1 buah), untuk membersihkan diri.
  7. Sikat gigi dan odol (1 set), boleh juga bawa sabun/shampo sachet kalau mau mandi pas turun. Bawa handuk kecil juga kalau mau mandi.
  8. Trashbag/kantong plastik (3 lembar), untuk tempat sampah dan juga untuk baju kotor.
  9. Tas kecil (1 buah), untuk dipakai pas muncak.
  10. Uang dan KTP , bawa dompet untuk bayar biaya retribusi. Sekarang pendaftaran basecamp juga perlu menunjukkan tanda pengenal seperti KTP atau kartu mahasiswa.
  11. Kamera, HP, powerbank, yang mau foto-foto boleh bawa peralatan elektronik, jangan lupa dimasukin ke plastik atau tas anti air.
  12. Trekking pole (optional), bagi yang perlu bantuan trekking pole silahkan dibawa.
  13. Payung kecil (optional), saya suka bawa payung kecil biar kalau hujan pas camping bisa pakai payung aja.
  14. Barang pribadi lain, contohnya ikat rambut, sisir, lipbalm, dll.

Untuk barang-barang di atas beberapa kamu bisa cari di Decathlon, lengkap banget peralatan hiking-nya.

pengalaman kuliah di china
4 jam dari Chengdu udah area pegunungan

Penutup

Ada lagi ga ya yang belum saya sebutkan diatas?

Kalau ada yang kurang bantu tambahin di kolom komentar ya.

Saya ingatkan lagi sebagai seorang pendaki jangan meremehkan pentingnya peralatan naik gunung.

Usahakan untuk tidak bawa barang-barang yang tidak diperlukan.

Semakin ringan tas carrier lebih gampang juga buat kamu untuk melakukan pendakian.

Sekian list perlengkapan mendaki gunung untuk wanita yang perlu dibawa, happy hiking!

 


Post Views: 2,991

Pengalaman Mendaki Gunung Kerinci via Jalur Kersik Tuo

Gunung Kerinci memiliki ketinggian 3,805 mdpl dengan jalur pendakian yang cukup menantang. Baca pengalaman saya mendaki gunung tertinggi di Indonesia ini lengkap dengan tipsnya! 

Pendakian ini bisa dibilang cukup dadakan karena kebetulan saya dapat tiket pesawat promo ke Padang.

Karena sendirian, saya coba nyari teman yang mau ikut mendaki juga.

Bagi saya traveling sendiri sih oke-oke aja, tapi kalau hiking sebaiknya ada yang nemanin.

Saya coba cari-cari informasi dan kebetulan ketemu dengan komunitas backpacker Padang di facebook dan akhirnya ada yang mau barengan juga.

gunung kerinci sungai penuh

Jalur Pendakian Gunung Kerinci

Ada 2 jalur pendakian yang umumnya dilalui oleh pendaki yang ingin menggapai puncak Gunung Kerinci, yaitu:

Saya pribadi melalui jalur Kersik Tuo.

Untuk menuju ke basecamp  Gunung Kerinci dari Padang, terlebih dahulu bisa ke Sungai Penuh.

Ada dua cara bisa lewat Jambi atau Padang. Saya memilih untuk lewat Padang, yep karena tiket promo.

Setelah mendarat di Bandara Minangkabau, saya dijemput oleh teman langsung ke agen travel di Ulak Karang untuk membeli tiket mobil ke Sungai Penuh.

Ada dua jadwal keberangkatan jam 9 pagi dan 7 malam.

Harga untuk seorangnya RP 100,000 dengan waktu temput kurang lebih 7 jam.

travel sungai penuh
Pemandangan kebun teh dalam perjalanan ke Sungai Penuh

Pemandangan di perjalanan sampai Sungai Penuh wah, enggak bakal saya lupakan.

Perbukitan hijau apalagi dengan background Gunung Kerinci yang menjulang tinggi, dikelilingi hamparan perkebunan teh yang luas – benar-benar cakep!

Sungai Penuh
Pemandangan Sungai Penuh

Timeline Pendakian Gunung Kerinci

Pendakian Gunung Kerinci memakan waktu kurang lebih selama 3 – 4 hari. Berikut kira-kira timeline pendakian saya:

Day 1: Memulai pendakian dari Kersik Tuo

Dari Sungai Penuh kami naik “oto” (bahasanya orang mereka untuk angkot) dengan harga Rp 10,000 per orangnya.

Jarak antara Sungai Penuh ke Kersik Tuo kurang lebih 1 jam.

Kami memulai pendakian di malam hari.

Saya kurang tau juga kenapa memilih untuk memulai pendakian di malam hari.

Apalagi, kalau baca blog orang lain tentang pendakian Gunung Kerinci, banyak yang bilang sebaiknya melewati pos ketiga sebelum malam karena kabarnya harimau sumatera masih berkeliaran.

Rencananya kami bakal nge-camp di pos 2.

Setau saya sih lebih aman untuk nge-camp di shelter 1, tapi kata teman saya di sini lebih gampang ngisi air.

Setelah mengecek perlengkapan berdoa, kami berempat pun siap untuk mendaki di tengah kegelapan.

Jujur saya cukup was-was, kalau beneran ada harimau gimana? Kalau diterkam kan tinggal nama donk.

Pohon menyeramkan di jalur pendakian

Saya coba melihat sekeliling – bisa gak ya manjat pohon.

Tapi saya enggak pernah manjat pohon sebelumnya jadi khawatir juga. Di dalam hati saya cuma berdoa.

Beberapa menit kemudian saya mendengar suara aneh seperti nafas binatang.

Duh, saya takut setengah mati. Saya langsung bertanya ke teman saya, suara apa itu? Dia cuma membalas, “Pura-pura aja enggak dengar”.

Wah, dalam hati saya udah ngucapin kalimat doa menurut agama saya.

Yang seharusnya cuma 15 menit ke pos 1 berasa sejam.

“Apapun yang kamu dengar atau lihat, tetap diam aja.”, kata teman saya.

Lagi-lagi saya mendengar suara aneh lagi di pos 1.

Yang lain tetap santai merokok. Saya cuma terdiam dan berdoa dalam hati.

15 menit lagi kami sampai di pos 2. Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Akhirnya saya mulai tenang karena nge-camp.

Setelah membangun tenda, masak, kami pun ngobrol santai aja.

Katanya harimau punya jalurnya sendiri. Mereka tidak akan datang dekat manusia.

Jadi suara apa donk yang saya dengar?

Baca Juga: Catatan Pendakian Gunung Bawakaraeng

Day 2: Pos 2 – Shelter 3

Rencananya kami akan melanjutkan perjalanan jam 8 pagi. Biasalah, pastinya ngaret-ngaret.

Timeline pendakian Gunung Kerinci di hari kedua:

  • 10.30 – 10.55 : pos 2 – pos 3
  • 11.15 – 12.17 : pos 3 – shelter 1
  • 12.17 – 13.15 : istirahat makan siang
  • 13.15 – 16.30 : shelter 1 – shelter 2
  • 17.00 – 18.30 : shelter 2 – shelter 3

Jalur yang paling menantang dimulai dari shelter 1.

Benar-benar harus manjat karena jalurnya yang sangat terjal.

Dari shelter 2 ke 3 bahkan lebih parah lagi, tanjakkan yang harus kami panjat setinggi dagu.

Cuacanya sedikit berawan, kadang-kadang hujan.

jalur pendakian gunung kerinci
Shelter 1 ke 2

Mendaki bersama teman baru dari Sungai Penuh benar-benar menyenangkan.

Kami bercanda ria penuh tawa disepanjang pendakian.

Sesampainya di shelter 3 anginnya makin kuat.

Cuma ada satu tenda pendaki lain selain tenda kami. Saatnya beristirahat.

Malamnya hujan deras disertai angin kencang.

Untungnya keesokan harinya lumayan reda.

Day 3: Menuju puncak Gunung Kerinci

Cerita lama lagi, rencananya mau summit attack jam 4 pagi tapi karena ngaret kami memulai pendakian ke puncak jam 6.15.

Matahari sudah kelihatan. Pemandangan Sungai Penuh dan Laut Cina Selatan terlihat dari kejauhan.

Saya sempat khawatir karena melihat kabut yang tebal di puncak. Mudah-mudahan pas sampai atas cuacanya membaik.

Jalur pendakian menuju puncak Gunung Kerinci dipenuhi bebatuan tapi tidak telalu berpasir seperti Gunung Semeru ataupun Gunung Rinjani.

Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh

Jam 7.45 kami sampai di Tugu Yuda dan berpapasan dengan pendaki lainnya yang baru turun dari puncak.

Kata mereka di puncak cuma abu-abu aja yang kelihatan karena kabut tebal.

Mendengar itupun saya makin sedih. Ya sudahlah, gimanapun kondisi di puncak, yang penting saya sudah menginjak tanah tertinggi di Sumatera.

jalur pendakian puncak kerinci
Jalur menuju puncak
Tugu Yuda
Tugu Yuda

Tuhan memang memberkati saya!

Jam 8.30 kami sampai ke puncak dan cuacanya cerah!

Beruntungnya lagi anginnya bertiup ke arah lain sehingga belerangnya juga berpindah tidak mengarah ke kami.

Teman saya bilang kalau anginnya pindah ke arah kami, mungkin 5 menit aja bakal keracunan.

view puncak gunung kerinci

Saya kegirangan dan bersyukur bisa sampai di puncak gunung berapi tertinggi di Indonesia dengan selamat.

Saatnya foto-foto! Kami juga sempat ngambil video sambil nari gangnam style, haha.

Dari puncak Gunung Kerinci terlihat jelas Danau Gunung Tujuh.

Tidak hentinya saya berterima kasih kepada Tuhan karena diberikan kesempatan yang luar biasa ini.

Berhasil sampai puncak!

Akhirnya jam 2 siang kami turun dari shelter 3.

Salah satu anggota mengalami cedera saat penurunan sehingga kami harus berjalan dengan pelan.

Jam 9 malam, kami memutuskan untuk camp lagi semalam di pos 3.

Baca Juga: Catatan Pendakian Gunung Argopuro

Day 4: Kembali ke gerbang pendakian

Lanjut perjalanan turun sampai gerbang dan pendakian pun berakhir.

Kami nebeng mobil para petani dan kembali dan melanjutkan perjalanan ke Danau Gunung Tujuh.

Di Danau Gunung Tujuh kami ngecamp lagi semalam sebelum kembali ke Sungai Penuh.

Perjalanan belum berakhir, saya diajak mengunjungi Danau Kaco kemudian melanjutkan perjalanan saya keliling Sumatera Barat.

Tugu Macan
Tugu Macan
Thank you semuanya!

Penutup

Itulah pengalaman saya mendaki Gunung Kerinci via Kersik Tuo.

Terima kasih Bang Jamie, Ucok, dan Bento yang telah menemani pendakian ini.

Terima kasih juga Mbak Sandra dan keluarga yang telah menyediakan tempat untuk bermalam.

 


Post Views: 2,485